WAJO, HBK — Revitalisasi bangunan SD Negeri 407 Lautang di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 989 juta, hingga saat ini belum selesai.
Padahal, progres akhir tahun sudah lewat dan sejumlah pekerjaan masih berlangsung hingga awal tahun ini.
Berdasarkan informasi yang diterima media, per Sabtu (3/1/2026), pengerjaan masih mencakup pemasangan plafon ruang kelas dan instalasi kelistrikan yang belum rampung.
Aktivitas di lokasi proyek masih terlihat aktif, meskipun masa kerja kontraktual telah berakhir pada 31 Desember 2025 dan hingga kini belum ada laporan penyelesaian final pekerjaan tersebut.
Pekerjaan revitalisasi sekolah ini semestinya sudah masuk dalam target penyelesaian program pembangunan pendidikan yang digalakkan pemerintah pusat. Program revitalisasi sekolah, yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk SD negeri dan madrasah, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Namun, sejumlah proyek seperti di Wajo ini menunjukkan realisasi fisik masih berjalan melewati batas waktu kontrak.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak pelaksana, dinas pendidikan setempat, maupun kontraktor terkait alasan keterlambatan penyelesaian pengerjaan. Begitu pula belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang tentang langkah teknis untuk mempercepat sisa pekerjaan atau sanksi jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan kontrak proyek.
Kondisi ini menuai pertanyaan dari sejumlah wali murid dan warga masyarakat setempat karena berimbas langsung pada kelancaran kegiatan belajar-mengajar dan penggunaan ruang kelas secara optimal.
Mereka mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran negara serta pengawasan proyek revitalisasi yang dibiayai APBN.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo maupun panitia pembangunan belum berhasil diperoleh. (*)




Tinggalkan Balasan