MAKASSAR, HBK – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menghangat.
Arus dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terus mengalir dari berbagai kader, tokoh partai, hingga organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar di sejumlah daerah.
Sejumlah kader meyakini peta dukungan terhadap IAS terus menguat.
Meski masih terdapat beberapa daerah yang menjadi perhatian politik, seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar, optimisme terhadap peluang IAS memimpin Golkar Sulsel dinilai semakin besar menjelang pelaksanaan Musda.
Salah satu tokoh dan kader senior Partai Golkar, Adi Frangky Baramuli, menegaskan dukungan penuhnya kepada Ilham Arief Sirajuddin.
Menurutnya, IAS merupakan figur berpengalaman yang telah teruji dalam membangun organisasi dan melahirkan banyak kader berkualitas.
Adi Frangky mengungkapkan bahwa dirinya pernah berada langsung di bawah kepemimpinan IAS saat menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.
“Saya pernah langsung berada di bawah komando Bapak Ilham Arief Sirajuddin ketika beliau memimpin DPD II Golkar Makassar.
Saat itu saya dipercaya menjadi salah satu Pimpinan Kecamatan (Pimcam) Golkar yang berhasil meraih kursi DPRD terbanyak hingga melahirkan dua Ketua DPRD.
Pengalaman itu menjadi bukti nyata kepemimpinan beliau dalam membangun kekuatan partai,” ungkap Adi Frangky Baramuli.
Ia juga memaparkan rekam jejak pengabdiannya di berbagai organisasi.
Di antaranya pernah menjabat sebagai Pimcam Golkar Makassar, Pimpinan SOKSI Kota Makassar, Pengurus Harian Depidar SOKSI Sulawesi Selatan, Ketua Umum Baladhika Karya, Pengurus KNPI Kota Makassar, hingga Pengurus DPP KNPI pada masa kepemimpinan IAS.
Menurut Adi Frangky, pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami karakter kepemimpinan IAS yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen partai tanpa membedakan kelompok.
“Saya memberikan dukungan penuh kepada Bapak Ilham Arief Sirajuddin.
Beliau adalah sosok yang berpengalaman, memiliki jaringan yang kuat, serta mampu merangkul seluruh kader Golkar.
Kini saatnya seluruh keluarga besar Partai Golkar Sulawesi Selatan bersatu, memperkuat soliditas, dan bersama-sama membesarkan partai demi menghadapi tantangan politik ke depan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan Musda sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat konsolidasi organisasi.
“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi.
Namun setelah Musda selesai, seluruh kader harus kembali bersatu demi kejayaan Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Saya optimistis Ilham Arief Sirajuddin mampu membawa semangat baru, memperkuat konsolidasi, dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Adi Frangky turut menegaskan bahwa perjuangan memenangkan IAS tidak terlepas dari kerja-kerja politik para kader SOKSI di bawah kepemimpinan Ketua Depidar SOKSI Sulawesi Selatan beserta seluruh jajaran yang terus melakukan konsolidasi hingga ke tingkat daerah.
Gelombang dukungan yang terus bermunculan dari berbagai tokoh, kader, dan organisasi sayap Partai Golkar menjadi salah satu dinamika penting menjelang Musda.
Meski demikian, penentuan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan tetap akan diputuskan melalui mekanisme organisasi oleh para pemilik hak suara dalam forum Musda.
Musda Golkar Sulsel pun dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat persatuan, menjaga soliditas, dan menentukan arah perjuangan Partai Golkar menuju agenda-agenda politik mendatang. (Arya)



Tinggalkan Balasan