SIDRAP, HBK – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sidrap memilih memperkuat ikhtiar batin melalui kegiatan dzikir dan doa bersama yang digelar di Masjid Al Ikhlas Polres Sidrap, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya bernilai seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan. Lantunan dzikir dan doa yang dipimpin Ustadz Hudri Mattaliu menggema di dalam masjid, diikuti Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap, para Pejabat Utama Polres, Kapolsek jajaran, personel Polri, ASN, serta pengurus Bhayangkari.
Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh personel untuk kembali meneguhkan niat pengabdian dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong menegaskan bahwa dzikir dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar agar seluruh anggota Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Menurutnya, memasuki usia ke-80 tahun, Polri terus berupaya bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan terpercaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi utama pelayanan publik.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh personel untuk senantiasa bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga di usia ke-80 tahun pengabdian Polri, kami semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan semakin dicintai oleh rakyat,” ujar Fantry.
Lebih jauh, Kapolres mengungkapkan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilepaskan dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut kondisi keamanan yang kondusif selama ini turut berkontribusi terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidrap.
Fantry mengapresiasi kerja keras seluruh personel Polres Sidrap yang selama ini konsisten menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum secara profesional.
“Alhamdulillah, berbagai capaian yang diraih Polres Sidrap merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota serta dukungan masyarakat. Angka kriminalitas perlahan menunjukkan tren penurunan dan kondisi ini tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Namun demikian, Fantry menegaskan bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab Polri semata. Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah daerah. 
Ia menilai kehadiran para tokoh agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moral dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Menjaga keamanan Kabupaten Sidrap adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Peran ulama, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah daerah hingga seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar daerah ini tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Hudri Mattaliu mengingatkan bahwa setiap jabatan, pangkat, dan amanah yang diemban sejatinya merupakan titipan dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Ia mengajak seluruh personel Polri untuk senantiasa menjaga integritas, menjunjung kejujuran, serta melaksanakan tugas sesuai aturan dan nilai-nilai agama.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin maupun aparat negara tidak hanya diukur dari prestasi dan capaian kerja, tetapi juga dari kemampuannya menjaga amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan dzikir dan doa bersama ini menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga menjadi momentum introspeksi untuk memperkuat spiritualitas, etika pengabdian, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polres Sidrap berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara Polri, ulama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Di usia delapan dekade pengabdiannya, Polri diharapkan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang mampu memberikan rasa aman, menghadirkan keadilan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (Arya)




Tinggalkan Balasan