Makassar – Sejumlah perempuan di Kota Makassar mengaku prihatin sekaligus merasa risih terhadap perilaku seorang perempuan berinisial T yang diduga kerap memperlakukan sejumlah laki-laki dengan modus seolah-olah menjadi korban.

Saat ditemui media ini, beberapa perempuan tersebut mengatakan bahwa perempuan berinisial T yang mengaku hamil dan merasa dizalimi oleh laki-laki diduga hanya menjalankan modus tertentu.

“Karena kami tahu betul perilaku perempuan itu. Sebelumnya, sekitar tahun 2021, pernah juga ada laki-laki berinisial I, seorang anggota, yang mengalami hal serupa seperti anggota berinisial W,” ujar salah seorang perempuan.

Mereka menyebut, bukan hanya satu laki-laki yang diduga menjadi korban. Menurut pengakuan mereka, anggota berinisial I juga pernah dimintai uang hingga Rp50 juta setelah perempuan tersebut mengaku hamil.

“Kasihan itu anggota,” ucapnya.

Lebih lanjut, mereka menduga perempuan tersebut memang memiliki target kalangan anggota karena dianggap mudah diperdaya.

“Modusnya kalau sudah dekat dan sampai berhubungan badan, selalu mengaku hamil. Ujung-ujungnya minta uang, dan angkanya selalu sama sekitar Rp50 jutaan,” katanya lagi.

Mereka juga mengaku mengetahui ada beberapa nama lain yang diduga pernah mengalami hal serupa.

“Yang kami ketahui bukan cuma anggota inisial W saja. Tahun 2021 ada inisial I, lalu P, D, R, dan terakhir W. Semuanya anggota,” ungkapnya.

Para perempuan tersebut berharap agar kasus seperti ini mendapat perhatian serius karena dinilai telah mengganggu rumah tangga orang lain.

“Kami berharap perempuan seperti itu diberikan pelajaran. Jelas-jelas suami orang tetap saja diganggu. Kasihan keluarganya,” ujarnya.

Mereka juga menyoroti profesi perempuan berinisial T yang disebut bekerja sebagai guru di salah satu SD negeri di Makassar.

“Parahnya lagi, perempuan inisial T ini pekerjaannya guru di salah satu SD negeri di Makassar.

Itu tidak mencerminkan perilaku seorang guru,” tambahnya.

Menurut mereka, hubungan tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada respons dari pihak perempuan.

“Kami juga perempuan, Pak. Laki-laki itu tergantung perempuannya.

Senakal-nakalnya laki-laki, kalau perempuannya tidak merespons pasti tidak akan terjadi. Karena ini perempuannya saja yang tidak benar,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, mereka mengaku prihatin terhadap keluarga para pria yang diduga menjadi korban.

“Kami prihatin kepada keluarga W dan lainnya. Kasihan melihat mereka,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, perempuan berinisial T maupun kepala sekolah tempat dirinya mengajar belum berhasil dikonfirmasi.

Biro Makassar
Editor
Redaksi harianberitakota
Reporter