BARRU,HBK – Pembangunan berupa pemadatan akses jalan masuk Stasiun Kereta Api Ajakkang dan Stasiun Palanro tampaknya dipacu penyelesainnya pada Rabu (20/5/2026).

Sepertinya pihak Kementerian Perhubungan melalui pelaksana kegiatan lapangan mempercepat penyelesaian akses jalan masuk di kedua stasiun ini yang berada di jalur poros negara Makassar–Parepare.

Masing masing dua kecamatan yang mengalami oerceotan pembangunan akses masuk yaitu Stasiun Ajakkang di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja dan Stasiun Palanro berada di Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.

Informasi yang dihimpun di Stasiun Kereta Api Ajakkang pada Rabu (20/5/2026) menyebutkan bahwa pekerjaan sedang digenjot agar dapat selesai bersamaan dengan pengoperasian jalur kereta api tersebut.

Di stasiun Ajakkang sendiri terdapat 1 tim kerja yang bertugas menjaga dan merawat stasiun KA Ajakkang

“Kami ada 13 orang pak yang bertugas berjaga bergantian dan merawat di Stasiun KA Ajakkang, “kata salah seorang petugas jaga di stasiun kereta api yang enggan namanya di mediakan pada Rabu (20/5/2026).

” Kami tidak tahu pak siapa saja pelaksana maupun kontraktor dan pekerja jalan masuk stasiun, pak itu ada orangnya di dalam eksapator bisa kita tanya mereka pak,”ujarnya singkat.

Taqwa (40) salah satu pelaksana kegiatan rel kereta di lokasi yang berbeda ditemui via WhatsApp (25/5/2026) mengatakan bahwa untuk kedua stasiun itu sementara pemadatan dan pelebaran serta pengerasan jalan tanah menjadi jalan aspal/ beton dan sepertinya sedang disiapkan materialnya.

“Bahkan informasi yang berkembang rencananya pembangunan drainase, trotoar, dan area parkir juga secepatnya akan dikerjakan dan diselesaikan,tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya berhubungan dengan penanggung jawab sekaligus pelaksana kegiatan berkantor sementara di Desa Binuang Kecamatan Balusu,Kabupaten Barru, “jelas Taqwa.

Sementara itu stasiun Ajakkang terhubung langsung ke jalan poros negara tepatnya di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja, diperkirakan akses dari jalan Provinsi sepanjang 200 meter,adapun lebar jalan akses direncanakan 7-8 meter untuk dua arah kendaraan.

Kemudian Stasiun Kereta Palanro terhubung ke jalan utama Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi berada di persimpangan jalan kabupaten.kondisi saat ini sedang dipadatkan jalan penghubung sepanjang ± 400-500 meter menuju gerbang Stasiun Kereta Palanro.

Dilain pihak Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barru Rusdy Syam ST yang di konfirmasi Rabu (20/5/2026) via telepon di kantornya membenarkan adanya kegiatan di sekitar Stasiun Kereta Api namun kegiatan itu dari Kementerian Perhubungan.

“Iya ada kegiatan terkait pembangunan di area kereta api Ajakkang dan Palanro itu tapi semua langsung dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian tidak ada kewenangan kami disana,” jelas Rusdy.

“Dan mohon maaf tidak ada data terkait kegiatan kereta api di kami Dishub Barru semua kegiatan langsung dari pusat,”tandasnya.

Tidak dapat di pungkiri bahwa dengan adanya terbangun akses ke stasiun memudahkan nantinya warga sekitar naik-turun kereta api,serta memperlancar arus kendaraan umum dan pribadi mendukung kelancaran layanan kereta api dan penumpang.

Dicky salah satu Admin Kereta Api Ajakkang dan Palanro yang coba dihubungi melalui ponselnya via WhatsApp belum merespon panggilan dan pesan singkat yang di kirimkan pada Rabu (20/5/2026). (Arl)