BARRU,HBK – Adanya kenaikan biaya transportasi tentunya berbanding lurus dengan beragam kebutuhan di sektor pembangunan fisik.

“Dari kenaikan harga jelas ada terkoreksi sebab biaya naik,namun kami disini masih pada tahapan usulan adanya imbas kenaikan biaya transportasi dan kenaikan harga aspal dan lain-lainnya,”ungkap Runny Dwi ST Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Barru ditemui Rabu (19/5) di kantornya.

“Iya pada intinya kami di sini masih berjalan normal sebab kita hanya mengusulkan dan menyesuaikan dengan kenaikan harga biaya yang muncul,”ujarnya.

“Sepertinya di kami daerah Barru tentunya mengikuti dan menyesuaikan dan tidak ada pola seperti mengurangi bahan material dari tebal menjadi tipis untuk aspal tidak seperti itu,”terangnya.

“Kita semua tetap pada pola mutu dan kualitas namun tidak menutup kemungkinan ada pengurangan dari jumlah volume misalnya dari panjang 7 kilometer bisa saja tersisa menjadi 6 kilometer lebih.

“Adapun pihak ketiga rekanan nantinya tetap menyesuiakan semua sesuai di HPSnya, “kata Runny.

“Sepertinya untuk kenaikan biaya itu sendiri sudah masuk usulan di tim SSH Kabupaten Barru nanti mereka yang tentukan kemudian di perbupkan,”jelasnya.

“Terkait revisi rencana proyek harapannya tidak perlu ada revisi sebab semua sementara pengusulan,”tandasnya.

Ardi Salah satu kontraktor Barru ditemui terpisah (18/5) mengatakan untuk kegiatan yang sementara berjalan tentunya terdampak dengan kenaikan tersebut, dan mungkin ada solusi berupa adendum atau hal lain terkait kenaikan biaya.

“Pada prinsipnya semua kontraktor tidak mau rugi terhadap suatu kegiatan pembangunan begitupun dengan misalnya kontraktor jalan yang sedang bekerja akibat adanya kenaikan biaya transportasi dan aspal tentu kita minta pemkab untuk revisi pagu maupun harga,”ungkapnya.(Arl)