PINRANG, HBK — Di tengah ancaman kekeringan yang mulai membayangi areal persawahan, warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang memilih tidak tinggal diam. Sebuah pompa air rakitan kini menjadi salah satu harapan petani untuk mempertahankan tanaman padi dari kekurangan air.
Inisiatif tersebut dilakukan Ilyas Lelkai, warga Kelurahan Benteng yang juga merupakan pengurus Markas Anak Cabang Laskar Merah Putih (MAC-LMP) Patampanua.
Berbekal kreativitas dan kepedulian terhadap kondisi pertanian di wilayahnya, Ilyas merakit mesin pompa yang dimanfaatkan untuk mendorong air dari saluran irigasi Rappang menuju saluran yang mengarah ke areal persawahan warga.
Langkah tersebut dilakukan ketika pasokan air menjadi persoalan serius bagi petani. Debit irigasi yang terbatas di tengah musim kemarau membuat setiap sumber air yang masih tersedia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Pompa Rakitan Jadi Harapan
Meski dibuat secara sederhana, pompa tersebut memiliki fungsi penting.
Air yang masih tersedia pada saluran irigasi diupayakan untuk dinaikkan dan dialirkan menuju jaringan pengairan sawah sehingga tanaman padi yang membutuhkan pasokan air tetap dapat bertahan.
Bagi petani, air menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika hujan tak kunjung turun sementara debit saluran irigasi terus berkurang, keterlambatan mendapatkan air dapat berdampak terhadap pertumbuhan tanaman bahkan berisiko menyebabkan gagal panen.
Kondisi itulah yang mendorong warga mencari solusi dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia.
“Ini merupakan ikhtiar agar air yang masih tersedia bisa dimanfaatkan untuk persawahan. Jangan sampai tanaman petani mati hanya karena persoalan air,” demikian semangat yang melandasi upaya tersebut.
Warga Bergerak, Pemerintah Diharapkan Hadir
Inisiatif Ilyas menjadi gambaran bagaimana masyarakat berupaya menghadapi persoalan kekeringan secara mandiri.
Namun, persoalan ketersediaan air bagi areal pertanian tentu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
Upaya warga tersebut sekaligus menjadi harapan agar Pemerintah Kabupaten Pinrang dan instansi terkait memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pengairan pertanian, khususnya di wilayah Patampanua yang mulai menghadapi keterbatasan pasokan air.
Optimalisasi jaringan irigasi, pengaturan distribusi air hingga penyediaan pompa dan sarana pendukung dinilai penting untuk membantu petani mempertahankan tanaman selama musim kemarau.
Langkah cepat diperlukan terutama pada areal persawahan yang tanaman padinya sedang berada pada fase membutuhkan pasokan air.
Menjaga Harapan Panen di Tengah Kemarau
Di tengah keterbatasan, kreativitas warga Benteng memperlihatkan kuatnya semangat untuk mempertahankan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.
Pompa rakitan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, air yang berhasil dialirkan melaluinya memiliki arti besar bagi petani yang sedang berjuang menjaga tanaman tetap hidup.
Upaya itu juga memperlihatkan pentingnya gotong royong antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Ketika masyarakat telah bergerak dengan sumber daya yang dimiliki, dukungan pemerintah melalui sarana, pengelolaan irigasi dan langkah penanganan kekeringan diharapkan semakin diperkuat.
Bagi petani Benteng, pompa rakitan itu kini bukan sekadar mesin pengalir air. Di tengah sawah yang terancam kekeringan, alat sederhana tersebut menjadi bagian dari perjuangan menjaga tanaman tetap hidup dan mempertahankan harapan agar panen tetap dapat dinikmati. (Ady)