SIDRAP, HBK — Semangat inovasi pendidikan terus digaungkan oleh kalangan akademisi Indonesia melalui kolaborasi pengabdian masyarakat lintas perguruan tinggi.
Salah satu capaian membanggakan kembali ditorehkan oleh Sam Hermansyah, dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang, bersama tim akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Terbuka melalui publikasi karya ilmiah bertajuk “Penguatan Peran Mobile Assisted Language Learning (MALL) dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris pada Pembelajar ESL” yang diterbitkan pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 Tahun 2026.
Kegiatan kolaboratif ini menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi digital melalui pendekatan Mobile Assisted Language Learning (MALL).
Penelitian melibatkan tim peneliti yang terdiri atas Sachrul Muh Saleh, Maulina, Syarif Amin, dan Widya Rizky Pratiwi.
Fokus utama penelitian ini adalah pemanfaatan aplikasi pembelajaran digital seperti Duolingo dan Memrise dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris bagi pembelajar English as a Second Language (ESL).
Melalui pendampingan intensif selama delapan minggu, peserta memperoleh pengalaman belajar yang fleksibel, interaktif, dan mudah diakses melalui gawai pintar.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kosakata Bahasa Inggris peserta, sekaligus tumbuhnya motivasi belajar, rasa percaya diri, dan keberanian dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Dosen UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, , S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi digital masa kini.
“Pembelajaran tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan dapat dilakukan secara lebih kreatif dan menyenangkan melalui teknologi yang mudah dijangkau Masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, memberikan apresiasi. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa dosen-dosen Muhammadiyah terus bergerak maju menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan nasional.
Sementara itu, pihak Universitas Muhammadiyah Kendari menyampaikan bahwa sinergi antar perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan kekuatan besar dalam membangun pendidikan Indonesia yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi.
Kolaborasi ini menjadi gambaran nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui pengabdian masyarakat dan inovasi pendidikan berbasis digital. (Arya)




Tinggalkan Balasan