AKBP Indra Waspada Yudha : Etomidate Terdeteksi di Pelabuhan Parepare, Jaringan Narkoba Antarprovinsi Dibongkar

PAREPARE, HBK — Pengungkapan narkotika dalam jumlah besar kembali ditorehkan jajaran satuan Polres Parepare.

Tidak hanya berhasil menyita sekitar 41 kilogram sabu-sabu, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Parepare juga menemukan narkoba jenis baru berupa etomidate yang dikemas dalam bentuk liquid rokok elektrik (vape).

Temuan tersebut menambah daftar keberhasilan besar Polres Parepare di bawah kepemimpinan AKBP Indra Waspada Yudha, yang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun telah mengungkap jaringan narkoba lintas Provinsi dengan total barang bukti sudah mencapai 100 kilogram sabu-sabu sejak menjabat.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yudha membenarkan bahwa selain sabu-sabu, pihaknya juga menemukan 157 cartridge atau liquid vape yang diduga mengandung etomidate.

“Benar, ada temuan narkoba jenis baru dalam bentuk liquid vape atau pod, yakni etomidate yang saat ini masuk golongan obat keras dan status hukumnya telah diperketat untuk mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap,” kata AKBP Indra Waspada Yudha kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Menurut Indra, etomidate sejatinya merupakan obat anestesi atau obat bius yang digunakan tenaga medis dalam tindakan tertentu dan kondisi darurat.

Namun, belakangan zat tersebut mulai disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik.

“Modus yang digunakan pelaku adalah mencampurkan zat kimia etomidate ke dalam cairan vape agar lebih sulit terdeteksi. Ini menjadi perhatian serius karena bentuknya berbeda dengan narkotika yang selama ini umum ditemukan,” jelasnya.

Ia menerangkan, etomidate bekerja sangat cepat pada sistem saraf pusat dengan memengaruhi reseptor GABA di otak sehingga menimbulkan efek sedatif atau penenang yang kuat.

“Karena efeknya yang kuat dan berisiko disalahgunakan, pengawasan terhadap peredarannya kini diperketat. Kami akan terus mendalami jaringan yang memasukkan barang ini ke wilayah Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Terungkap di Pelabuhan Nusantara Parepare

Kasus ini bermula saat personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare yang dipimpin IPTU Suardi melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan barang penumpang Kapal Prince Soya yang datang dari Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin, 1 Juni 2026.

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mencurigai sejumlah barang bawaan yang diangkut menggunakan gerobak oleh seorang buruh pelabuhan.

Setelah dilakukan pengecekan dan menunggu pemilik barang datang, petugas melakukan interogasi.

Pemilik barang yang diketahui bernama Fahmi (35), warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, akhirnya mengakui bahwa barang bawaan tersebut berisi narkotika jenis sabu-sabu.

Petugas kemudian mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti sebelum diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Parepare untuk pengembangan lebih lanjut.

Barang Bukti Fantastis

Dari tangan pelaku, polisi menyita:

  • 40 bungkus besar sabu-sabu merek Guanyinwang.
  • Total berat sabu sekitar 41 kilogram.
  • 157 cartridge atau liquid vape diduga mengandung etomidate.
  • Uang tunai Rp2,2 juta.
  • Dua unit telepon genggam.
  • Jam tangan.
  • Tiket kapal dan sejumlah barang pendukung lainnya.

Seluruh barang bukti saat ini diamankan di Polres Parepare sambil menunggu proses penyidikan dan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar.

Rekam Jejak AKBP Indra Waspada Yudha

Keberhasilan mengungkap 41 kilogram sabu dan etomidate ini semakin mengukuhkan reputasi AKBP Indra Waspada Yudha sebagai salah satu perwira polisi dengan pengalaman panjang di bidang reserse dan narkotika.

Perwira Alumni Akpol 2006 tersebut pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres Sidrap, sebelum dipercaya memimpin Polres Parepare sejak 9 Juli 2025.

Sejak menjabat Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha tercatat berhasil membongkar sejumlah jaringan narkoba besar, termasuk pengungkapan sekitar 60 kilogram sabu-sabu yang sempat menjadi perhatian nasional.

Kini, dengan tambahan pengungkapan 41 kilogram sabu-sabu dan temuan etomidate, total barang bukti narkotika yang berhasil diungkap selama kepemimpinannya mendekati 101 kilogram sabu-sabu, belum termasuk barang bukti narkotika jenis lainnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar di jajaran Polda Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Dan belum ada rekor Polres sejajaran Polda Sulsel yang mampu menyamainya hingga sekarang.

AKBP Indra Waspada Yudha menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkotika yang menjadikan wilayah Parepare sebagai jalur transit maupun distribusi.

“Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti. Kami akan terus memburu seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegasnya. (Ady)