“AKBP Indra Waspada: Mereka Jaringan Malaysia-Parepare Diupah Rp900 Juta dan Pernah Berhasil Menyelundupkan Narkoba pada Akhir 2025″

PAREPARE, HBK – Pengungkapan 41 kilogram sabu-sabu dan 157 cartridge liquid vape mengandung etomidate oleh Polres Parepare terus berkembang.
Penyidik kini telah menetapkan dan mengamankan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika lintas negara dari Malaysia menuju Sulawesi Selatan.
Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan. Barang haram tersebut rencananya akan diedarkan ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, dengan sasaran utama Kabupaten Pinrang serta Kota Makassar dan selanjutnya didistribusikan ke beberapa wilayah lain, termasuk Kabupaten Sekitarnya.
Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yudha mengungkapkan, jaringan ini bukan kali pertama beroperasi.
Para tersangka mengakui sebelumnya pernah berhasil meloloskan pengiriman sabu melalui jalur yang sama pada akhir tahun 2025.
Modus yang digunakan yakni menyelundupkan narkotika dari Malaysia melalui wilayah perbatasan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, kemudian dibawa menggunakan jalur laut hingga masuk ke Pelabuhan Nusantara Parepare.
“Ini bukan pengiriman pertama mereka. Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku pernah berhasil meloloskan pengiriman narkotika melalui jalur yang sama pada akhir tahun lalu,” ungkap ungkap Indra WP, Rabu (10/06/2026).
Namun pada pengiriman kedua yang membawa sekitar 41 kilogram sabu-sabu, jaringan tersebut akhirnya berhasil dibongkar aparat gabungan setelah petugas mencurigai barang bawaan yang dibawa salah seorang pelaku saat tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Diupah Rp900 Juta Sekali Antar
Kepada penyidik, para tersangka mengaku dijanjikan bayaran fantastis apabila berhasil mengantarkan paket narkotika tersebut ke tujuan akhir.
Nilai upah yang dijanjikan mencapai Rp900 juta untuk sekali pengiriman.
Besarnya imbalan itu diduga menjadi salah satu faktor yang membuat para pelaku nekat mengambil risiko tinggi sebagai kurir jaringan narkotika internasional.
Empat dari lima tersangka bahkan mengaku terlibat dalam penyelundupan tersebut karena alasan ekonomi dan tekanan kebutuhan hidup.
Mereka berdalih tergiur imbalan besar yang ditawarkan jaringan pengendali narkotika yang hingga kini masih dalam pengejaran aparat.
Meski demikian, penyidik menegaskan alasan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenar atas keterlibatan dalam kejahatan narkotika yang dampaknya merusak masa depan generasi bangsa.
Jalur Malaysia–Sebatik–Nunukan–Parepare
Dari hasil penyelidikan sementara, jaringan ini memanfaatkan jalur perbatasan Indonesia-Malaysia yang selama ini menjadi salah satu titik rawan penyelundupan narkotika.
Barang diduga masuk dari Malaysia menuju Sebatik, kemudian dibawa ke Nunukan sebelum dikirim menggunakan kapal penumpang menuju Parepare.
Setibanya di Sulawesi Selatan, sabu tersebut direncanakan dibongkar dan didistribusikan ke sejumlah daerah.
Polres Parepare menduga masih ada pihak lain yang berperan sebagai pengendali maupun penerima barang di wilayah Sulawesi Selatan.
Karena itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan yang lebih besar di balik pengiriman puluhan kilogram sabu tersebut.

Rekam Jejak AKBP Indra Waspada Yudha
Keberhasilan mengungkap 41 kilogram sabu-sabu ini semakin memperkuat rekam jejak AKBP Indra Waspada Yudha dalam pemberantasan narkotika.
Sejak dipercaya memimpin Polres Parepare pada Juli 2025, alumni Akpol 2006 itu telah mengungkap sejumlah kasus narkotika berskala besar, termasuk pengungkapan sekitar 60 kilogram sabu-sabu sebelumnya.
Dengan tambahan pengungkapan terbaru ini, total sabu yang berhasil diungkap selama masa kepemimpinannya mendekati 101 kilogram, belum termasuk barang bukti narkotika jenis baru berupa etomidate yang ditemukan dalam bentuk liquid vape.
Capaian tersebut menjadikan pengungkapan narkotika oleh Polres Parepare sebagai salah satu yang terbesar di jajaran Polda Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Penyidik kini terus memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan internasional tersebut serta menelusuri aliran distribusi yang diduga menyasar sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. (Ady)




Tinggalkan Balasan