RIAU, HBK — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau kembali meneguhkan komitmen menjaga keharmonisan dan persaudaraan antarumat beragama melalui kegiatan kebersamaan lintas agama yang diikuti enam perwakilan agama: Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan yang mengusung semangat “Kerukunan Harga Mati” itu berlangsung penuh keakraban dan menjadi simbol kuatnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat Riau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, H. Muliardi, Ketua FKUB Provinsi Riau KH. Abdul Rahman, serta Staf Khusus Menteri Agama RI Dr. H. Bunyamin Yafid, Lc. yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan harmoni antarumat beragama di daerah.

Dalam sambutannya, KH. Abdul Rahman menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Pertemuan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat silaturahmi lintas agama dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya toleransi serta sikap saling menghormati,” ujarnya.

Dialog lintas agama pun berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perwakilan umat Buddha menyampaikan apresiasinya terhadap iklim toleransi yang kuat di Pekanbaru.

“Tingkat toleransi di Pekanbaru sangat tinggi. Kami dapat menjalankan ibadah dan aktivitas dengan aman serta saling menghargai,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Bunyamin Yafid menilai FKUB memiliki posisi strategis dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

“FKUB adalah jembatan pengikat antarumat. Melalui dialog dan kebersamaan seperti ini, kita menjaga keutuhan Indonesia,” katanya.

Dalam pesan tertulisnya, Menteri Agama RI Prof. Dr. Nazaruddin Umar menekankan bahwa Indonesia harus menjadi contoh bagi dunia dalam mengelola keragaman.

“Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa dalam menjaga toleransi. Kini saatnya bangsa ini berperan aktif menciptakan perdamaian global,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, FKUB Riau berharap nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara.

Provinsi Riau diharapkan menjadi teladan bagi daerah lain dalam memperkokoh harmoni umat beragama, sejalan dengan semangat “Kerukunan Harga Mati” yang menjadi prinsip utama FKUB. (Mul)