PAREPARE, HBK – Suasana ruangan di SMK Negeri 2 Parepare tiba-tiba berubah jadi lebih serius, tapi tetap santai. Bukan karena ada ujian dadakan, melainkan karena para siswa sedang mendapatkan “dosis” segar tentang hukum, Rabu (15/4/2026).
Ya, untuk pertama kalinya, Pengurus Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Parepare menggelar penyuluhan hukum di sekolah ini.
Acara yang digagas oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Mata Air Keadilan cabang Parepare ini diikuti oleh sekitar 150 siswa yang tampak antusias sejak awal.
Yang bikin beda, penyuluhan ini bukan sekadar ceramah satu arah. Panitia menghadirkan empat narasumber “komplet” dari berbagai lembaga.
Ada Said Abdullah, S.H. dari kepolisian yang jago soal penyidikan, Syaiful Anwar, S.H., M.H. dari kejaksaan yang paham betul soal penuntutan, lalu Ardi Saputra, S.H., M.H. dari Pengadilan Negeri Parepare yang bicara soal proses putusan, dan tak ketinggalan dr. Yoan Laura dari dinas kesehatan yang membahas dampak kesehatan dari kenakalan remaja. 
Mulai dari bahaya narkoba, kekerasan pada anak, sampai kenakalan remaja yang sering dianggap “biasa saja” oleh anak muda, semuanya dibahas secara gamblang. Para siswa pun aktif bertanya, seolah tak mau kehilangan momen langka ini.
Kepala Sekolah: Ini Kerja Sama yang Kami Tunggu-tunggu
Kepala SMK Negeri 2 Parepare, Anwar Nur, S.Pd., M.Si., tampak tersenyum puas. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan ia berharap tidak berhenti di sini.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap Posbakum PN Parepare bisa terus bekerja sama dengan sekolah, terutama dalam hal pelayanan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi yang membutuhkan,” ujarnya penuh harap.
Posbakum: Ini Baru Awal, Nanti Berkelanjutan
Ketua Posbakum PN Parepare, Muh. H. Y. Rendy, S.H., yang didampingi ketua panitia, Samiruddin, menjelaskan bahwa acara ini adalah bagian dari program kerja Posbakum di bidang pendidikan. Setelah sebelumnya sukses dengan “Posbakum Keliling” ke tingkat kelurahan, kini giliran dunia pendidikan yang jadi sasaran.
“Kami sudah keliling ke kelurahan se-kota Parepare. Sekarang kami mulai dari tingkat SMP, SMA, bahkan nanti sampai ke mahasiswa. Ini akan berkelanjutan,” tegas Rendy.
Yang lebih keren lagi, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @timeberita. Menurut Rendy, hal ini sengaja dilakukan agar masyarakat luas, terutama para orang tua, juga bisa ikut menyerap informasi.
“Alhamdulillah, kegiatan pertama di bidang pendidikan ini berjalan aman dan sukses. Anak-anak kita perlu paham hukum sejak dini,” tutup Rendy dengan senyum lega.
Hadir dalam kegiatan ini, Kasi Intel Kejaksaan, Andi Unru dan staf, Para Advokat serat paralegal Posbakum PN Parepare, para Guru SMKN 2 Parepare dan para Mahasiswa Perguruan Tingi Institut Andi Sapada. (Smr/*)




Tinggalkan Balasan