SIDRAP, HBK — Kemarau panjang dan ancaman fenomena El Niño bukan alasan bagi petani untuk berhenti berusaha. Semangat itu ditunjukkan Kelompok Tani Sipakaenre 2, Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap , yang tetap menjalankan program Indeks Pertanaman (IP) 300 di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang.

Lahan persawahan yang digarap kelompok tani tersebut merupakan sawah tadah hujan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petani, terlebih ketika ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan budidaya tanaman.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan tekad para petani. Dengan mengandalkan kerja sama, koordinasi dan ikhtiar, mereka tetap melaksanakan penanaman sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung program IP 300.

Ketua Kelompok Tani Sipakaenre 2 Desa Botto, Andi Ilham, mengatakan para petani menyadari bahwa menjalankan IP 300 di tengah kondisi kemarau bukan perkara mudah. Meski demikian, pihaknya memilih untuk tetap berusaha dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Menurutnya, keberanian petani untuk melakukan penanaman tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan berbagai pihak, mulai dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), DPD, Pemerintah Desa Botto hingga Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

“Kegiatan penanaman ini menjadi bukti bahwa keterbatasan kondisi alam bukan alasan untuk berhenti berusaha. Dengan kebersamaan, koordinasi dan ikhtiar, petani tetap berani mengambil peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Andi Ilham, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menambahkan, petani tidak dapat memastikan hasil sebelum panen. Yang terpenting, kata dia, adalah keberanian untuk mencoba, bekerja dan terus berikhtiar.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Soal hasil, Tuhan yang menentukan. Kami sebagai petani hanya bisa berusaha, bekerja dan terus berikhtiar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Botto, Jumardin, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para petani yang tetap menjalankan program IP 300 meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak mudah.

Menurutnya, kekompakan antara petani, pemerintah desa dan jajaran pertanian menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

Ia berharap tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan hasil yang maksimal bagi petani.

“Semoga ikhtiar para petani ini diberikan kelancaran, tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang memuaskan,” harapnya.

Program IP 300 yang dijalankan Kelompok Tani Sipakaenre 2 menjadi gambaran bahwa semangat petani untuk meningkatkan produktivitas tidak mudah padam.

Di tengah kemarau dan tantangan El Niño, mereka memilih tetap bergerak, menanam dan berharap pada hasil terbaik dari setiap ikhtiar yang dilakukan. (Arya)