MAKASSAR, HBK – Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, pada Kamis (7/5/2026), Pemerintah Kabupaten Sinjai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan.
Hak ini mempertegas komitmen Pemkab Sinjai dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Kegiatan didiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar.
Pertemuan strategis yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah di Sulawesi Selatan untuk menyatukan langkah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026.
Forum ini menitikberatkan pada upaya memitigasi risiko lonjakan harga kebutuhan pokok melalui sinergi lintas sektoral yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Forkopimda, Bulog, hingga Satgas Pangan. Dalam forum tersebut, evaluasi terhadap dinamika harga pangan dan angka inflasi periode April 2026 menjadi basis penyusunan strategi pengendalian ke depan.
Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam arahannya menekankan empat pilar utama sebagai pedoman bagi seluruh kabupaten dan kota, yakni menjaga keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, serta membangun komunikasi efektif kepada masyarakat guna menghindari kepanikan pasar.
Kehadiran jajaran pejabat Pemkab Sinjai dalam pertemuan ini guna memastikan kebijakan tingkat provinsi dapat segera diimplementasikan di daerah. Andi Ilham Abubakar hadir didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kamaruddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Andi Himawan Saleh, Plt. Kepala Dinas Perindag ESDM H. Andi Mandasini Saleh, serta Kepala Bagian Ekonomi Nurhayati.
Kolaborasi antar-perangkat daerah ini mencerminkan kesiapan Kabupaten Sinjai dalam mengawal ketersediaan pangan bagi masyarakat. Melalui koordinasi tingkat tinggi ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap seluruh elemen pemangku kepentingan dapat semakin solid dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dengan pengawasan distribusi yang ketat dan pemantauan harga secara berkala, diharapkan ketersediaan bahan pokok di wilayah Sinjai tetap aman dan terjangkau hingga perayaan Idul Adha 2026 mendatang. (*)




Tinggalkan Balasan