ENREKANG, HBK – Pemerintah Kabupaten Enrekang berhasil masuk dalam enam besar pemerintah kabupaten/kota terbaik di Sulawesi Selatan dalam program BPJS Ketenagakerjaan pada ajang Penganugerahan Jamsostek Awards 2026 Provinsi Sulawesi Selatan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Enrekang dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan masyarakat miskin.

Penghargaan diterima Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Nakertrans Kabupaten Enrekang, Hasbar, yang hadir mewakili Bupati Enrekang, pada Rabu (21/10/2026).

Capaian ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan sosial dari berbagai risiko yang berkaitan dengan pekerjaan.

Proses penilaian penghargaan tersebut melibatkan sembilan orang dari unsur akademisi, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah provinsi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Nakertrans Kabupaten Enrekang, Hasbar, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari arahan dan kebijakan pimpinan daerah yang menempatkan perlindungan sosial sebagai salah satu prioritas pembangunan.

β€œPenghargaan ini tidak terlepas dari arahan, petunjuk, dan kebijakan Bapak Bupati, Wakil Bupati, serta Sekretaris Daerah yang memberikan perhatian besar terhadap program perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya para pekerja,” ujar Hasbar.

Menurutnya, Bupati Enrekang memiliki komitmen kuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Enrekang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya untuk memperluas jangkauan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan risiko sosial lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Enrekang terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pengusaha konstruksi, badan usaha, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi kelompok pekerja yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap jaminan sosial.

Hasbar menambahkan, pemerintah daerah juga terus mengupayakan kebijakan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar pekerja rentan dan masyarakat miskin memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

β€œKe depan, kami akan terus berupaya meningkatkan perlindungan tenaga kerja di Kabupaten Enrekang melalui penguatan kolaborasi dan kebijakan yang menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Harapannya, semakin banyak pekerja rentan dan masyarakat miskin yang dapat terakomodasi dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Keberhasilan masuk dalam enam besar pemerintah daerah terbaik di Sulawesi Selatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Pemkab Enrekang untuk terus memperkuat kebijakan perlindungan tenaga kerja.

Pemerintah daerah berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan aktivitas usaha turut diiringi dengan peningkatan perlindungan sosial bagi masyarakat, terutama pekerja yang rentan terhadap berbagai risiko ekonomi dan pekerjaan.

Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Enrekang dalam menempatkan perlindungan pekerja sebagai bagian penting dari pembangunan daerah, melalui penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.

(Abbas Nasir)