PINRANG, HBK – Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong inovasi pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan administrasi kependudukan. Salah satunya melalui inovasi LENTERA EMAS yang dikembangkan UPT Puskesmas Lampa, Kecamatan Duampanua, guna memudahkan keluarga mengurus dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan bayi baru lahir.
Kepala UPT Puskesmas Lampa, dr. Hj. Andi Silviani, Rabu (21/10/2026), mengungkapkan bahwa LENTERA EMAS merupakan inovasi yang mengintegrasikan pelayanan persalinan dengan pengurusan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran, pembaruan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), serta fasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
Melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta BPJS Kesehatan, inovasi ini diharapkan dapat memangkas tahapan pengurusan administrasi yang selama ini mengharuskan keluarga mendatangi sejumlah instansi secara terpisah.
Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat waktu, biaya transportasi, dan tenaga, sekaligus memastikan kebutuhan administrasi anak dapat dipenuhi sejak awal kehidupannya.
Pelaksanaan LENTERA EMAS diawali dengan edukasi kepada ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan dan Kelas Ibu Hamil. Pada tahap ini, petugas juga melakukan pendataan serta memberikan informasi mengenai persyaratan dokumen yang diperlukan.
Setelah persalinan, petugas membantu memproses data melalui aplikasi PETERPAN untuk selanjutnya diverifikasi oleh instansi terkait. Mekanisme ini memberikan pendampingan yang lebih praktis bagi keluarga sekaligus memastikan proses pengurusan dokumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manfaat inovasi tersebut tercermin dari peningkatan jumlah bayi yang mendapatkan layanan dokumen terintegrasi. Berdasarkan data proposal inovasi, jumlah penerima layanan meningkat dari 23 bayi pada 2024 menjadi 37 bayi pada 2025, kemudian mencapai 68 bayi pada 2026.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya pemanfaatan layanan yang mendukung pemenuhan hak administrasi anak serta akses terhadap perlindungan kesehatan sejak dini.
Andi Silviani menambahkan, pelaksanaan LENTERA EMAS turut didukung edukasi selama masa kehamilan, koordinasi lintas sektor, serta fasilitas pendukung berupa foto kelahiran gratis dan layanan ambulans antar-jemput sesuai ketentuan operasional.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, evaluasi dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kelengkapan dokumen, efektivitas waktu pelayanan, serta tingkat kepuasan masyarakat.
Pengembangan inovasi ini juga menunjukkan potensi replikasi di tingkat daerah. Model pelayanan LENTERA EMAS disebut telah diadopsi oleh 16 unit kerja puskesmas di Kabupaten Pinrang.
Melalui inovasi ini, UPT Puskesmas Lampa berharap semakin banyak keluarga memperoleh kemudahan dalam mengurus identitas dan jaminan kesehatan bayi baru lahir.
Lebih dari sekadar penyederhanaan administrasi, LENTERA EMAS juga menjadi bagian dari upaya mendorong persalinan di fasilitas kesehatan agar ibu dan bayi memperoleh pelayanan yang lebih aman, sekaligus memastikan hak administrasi kependudukan dan perlindungan kesehatan anak terpenuhi sejak dini. (Ady)


Tinggalkan Balasan