BARRU,HBK – Menyusul masuknya bulan Juli, Pemerintah Kabupaten Barru meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman fenomena cuaca El Nino. Fenomena ini diprediksi memicu kemarau panjang yang berpotensi menurunkan debit air baku di berbagai wilayah.

Merespons potensi krisis tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barru segera menyusun sejumlah langkah strategis. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan meski cuaca ekstrem melanda.

Direktur PDAM Kabupaten Barru, Ahsan Jafar, pada Rabu (1/7/2026) di sela-sela pengecekan lapangan lokasi sumber air baku serta kunjungan ke IKK Ralla dan IPA Cempa, menyatakan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Barru, guna mematangkan mitigasi dampak kemarau.

“Pengalaman menghadapi kekeringan pada tahun 2023 dan 2024 menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk memperkuat kesiapsiagaan. Kami tetap waspada terhadap segala kemungkinan dampak yang terjadi tahun ini,” ungkap Ahsan.

Secara teknis, PDAM Barru memfokuskan pengamanan pada dua sumber air baku utama, yaitu Batu Bessi di Kecamatan Barru dan Wae Sai di Kecamatan Tanete Riaja. Rencananya, akan dibuat kantong-kantong air serta lokalisasi di aliran sungai sekitar kedua sumber tersebut.

Strategi ini diharapkan dapat menjaga cadangan air baku agar tetap mencukupi untuk diolah dan didistribusikan, meskipun debit sungai mengalami penyusutan.

Selain pengamanan di sisi hulu, PDAM juga menyiapkan skema tanggap darurat di sisi hilir. Bagi wilayah yang mengalami gangguan distribusi atau kekeringan parah, penyaluran air bersih akan dilakukan menggunakan mobil tangki.

Langkah darurat ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Ahsan menegaskan bahwa prioritas utama pihaknya adalah memastikan hak masyarakat atas air bersih tetap terpenuhi.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama kami, khususnya di kawasan yang secara geografis rawan gangguan pasokan saat musim kemarau,”tandasnya.

Sementara itu terpisah Andi Mulyadi Kepala IKK PDAM Balusu ditemui (1/7/2026) dikantornya menambahkan bahwa untuk wilayah Bareu utara IKK Takkalasi Kecamatan Balusu, IKK Mangkoso Soppeng Riaja dan IKK Palanro Mallusetasi terkait ketersedian sumber air baku cukup memadai dan normal.

“Bahkan sesuai program PDAM Barru saat ini insyaallah kita di wilayah utara tidak akan kekeringan dengan sumber-sumber air yang ada,”kunci Andi Mulyadi.(Ril)