ENREKANG, HBK β€” Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan pertanian dan perlindungan petani di Kabupaten Enrekang.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar mahasiswa dengan mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Enrekang dan Dinas Pertanian Enrekang, Senin (28/9/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan risiko yang dihadapi petani, termasuk ancaman gagal panen dan kepastian terhadap hasil produksi pertanian.

Ketua Aksi BEM Mahasiswa UNIMEN menyayangkan tidak adanya anggota DPRD yang menemui massa aksi untuk berdialog secara langsung.

β€œYang kami bawa adalah aspirasi masyarakat, khususnya petani, sehingga kami berharap ada ruang dialog dan tindak lanjut nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama, yakni jaminan terhadap risiko gagal panen, pengadaan laboratorium sertifikasi benih, jaminan harga hasil panen, serta optimalisasi kinerja penyuluh pertanian di setiap desa dan kelurahan.

Menurut mahasiswa, sejumlah tuntutan tersebut berkaitan dengan kebutuhan petani terhadap perlindungan, dukungan produksi, kepastian pemasaran hasil pertanian, serta pendampingan di tingkat lapangan.

Selain mendatangi DPRD, mahasiswa juga menyambangi Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang. Di instansi tersebut, mereka menerima penjelasan terkait sejumlah tuntutan yang disampaikan.

Meski demikian, mahasiswa menilai penjelasan yang diberikan perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh petani.

Mahasiswa UNIMEN berharap pemerintah daerah, DPRD, dan Dinas Pertanian dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kebijakan dan program yang mendukung perlindungan serta peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Enrekang.

(Abbas Nasir)