BARRU,HBK – Sebanyak 23 hektar lahan persawahan di wilayah Dusun Congko, Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dipastikan mengalami gagal panen atau puso akibat terjadinya kekeringan yang cukup parah, per Minggu (9/8/2026).
Hal tersebut dipastikan oleh Petugas Pertanian Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Herman, saat dikonfirmasi melalui jalur telepon pada hari yang sama.
Menurut Herman, kegagalan panen tersebut disebabkan karena lahan pertanian mengalami kekeringan akibat ketersediaan air yang sangat minim. Selama ini, sumber air andalan petani berasal dari danau yang dialirkan melalui pompa. Namun sayangnya, di musim kemarau ini danau tersebut ikut mengering hingga tak lagi memiliki debit air.

“Karena sumber airnya sudah kering, tanaman padi di lahan tersebut tidak lagi dapat diselamatkan,” ungkap Herman.
Sementara itu, Tim Kerja Pertanian untuk wilayah Kecamatan Soppeng Riaja dan Mallusetasi, Andi Bahtiar, menjelaskan bahwa kondisi puso berarti terjadinya kegagalan panen secara menyeluruh. Secara teknis, lahan dikatakan puso apabila tingkat kerusakan tanaman mencapai lebih dari 75 persen, sehingga tanaman mati sebelum menghasilkan bulir padi.
“Penyebab utamanya adalah kekeringan ekstrem. Pompa air memang tersedia, namun sumber airnya sudah tidak ada. Data resmi mengenai puso ini akan dilaporkan melalui petugas POPT Kecamatan Soppeng Riaja,” jelas Bahtiar.(Ril)


Tinggalkan Balasan