“Sudirman Bungi Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci”
PINRANG, HBK – Menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah Kabupaten Pinrang memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas sektor dan peningkatan kemampuan seluruh unsur terkait.
Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di halaman Markas Komando Polres Pinrang, Kamis (5/11).
Apel dipimpin Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta soliditas koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Dalam amanat Kapolda disebutkan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang beragam membuat sejumlah daerah berpotensi mengalami banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.
Berdasarkan data kejadian bencana, sepanjang 2025 tercatat 270 peristiwa, terdiri atas 158 tanah longsor, 80 banjir dan 32 angin puting beliung. Sementara pada 2026 hingga saat ini, tercatat 129 kejadian, meliputi 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung dan 34 banjir.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolda Sulsel menekankan enam langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama, yakni pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan edukasi masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas sektor, pembentukan posko bencana, serta penanganan terpadu mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Penanganan bencana, menurut amanat tersebut, tidak hanya berfokus pada evakuasi korban, tetapi juga harus memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, logistik, air bersih hingga tempat pengungsian yang layak.
Sementara itu, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi berharap seluruh perangkat daerah terkait, bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Pinrang.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dibangun ketika bencana sudah terjadi. Upaya antisipasi, edukasi masyarakat dan penguatan koordinasi harus dilakukan sejak dini agar setiap potensi risiko dapat direspons dengan cepat dan tepat.
Ia juga mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana.
Dengan kesiapan personel, dukungan sarana prasarana dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif, sehingga keselamatan masyarakat menjadi prioritas dan dampak kerugian dapat diminimalkan.
Kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memperkuat perlindungan masyarakat melalui pelayanan penanggulangan bencana yang cepat, terpadu dan responsif. (Ady)


Tinggalkan Balasan