BARRU, HBK – Dua langkah strategis untuk memacu ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas benih pertanian dilakukan di Kabupaten Barru dalam waktu berdekatan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Barru, meninjau langsung percepatan tanam padi pada Musim Tanam I 2026/2027 di Kelompok Tani Pucuk Mekar II, Desa Manuba, pada (30/10/ 2026).Luas lahan yang digarap mencapai 3,0 hektare.
Kehadirannya di lapangan memberikan semangat dan motivasi bagi para petani. Dalam kesempatan itu, ia juga menyaksikan langsung aliran air dari sungai yang mengalir untuk mengairi pertanaman padi sebuah dukungan penting di tengah tantangan cekaman cuaca yang masih berlangsung. Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan melalui program Optimasi Lahan (OPLAH) 2025 untuk mendukung kelancaran kegiatan pertanian di lokasi ini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Dr. Jamaluddin Al-Afghani; Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru; Ir Ahmad MM Kepala Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Barru, Andi Bahtiar, STP., M.P.; Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Mallusetasi; serta jajaran penyuluh pertanian dan KTNA Kabupaten Barru.

Selain upaya mempercepat tanam padi, langkah konkret pengembangan benih unggul juga dilakukan di lokasi terpisah. Sebelumnya, pada (30/10/2026), tim ahli perbenihan Universitas Hasanuddin yang dipimpin Dr. Muhammad Fuad Anshari melaksanakan kegiatan rouging atau pencabutan tanaman yang tidak sesuai spesifikasi di Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi,”ungkap Muhammad Sadar Nawawi, SST.,M.P.,selaku Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Barru ditemui Senin (2/11/2026) di kantor Dinas Pertanian Barru.
Menurutnya kunjungan kerja tim Kementan di lokasi tanam padi dan parent seed JJUH 02 dilakukan pada hari yang sama (30/10/2026) sangat bermakna bagi para petani,sebab kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan benih induk (parent seed) jagung varietas JJUH 02, hasil kerja sama antara Taiwan ICDF, Universitas Hasanuddin, dan Pemerintah Daerah Barru, yang dikembangkan di lahan seluas 10 hektare. Semua tanaman jagung yang dinilai sebagai tanaman simpang atau tidak sesuai standar dicabut, guna menjaga kemurnian dan kualitas benih yang akan dihasilkan.
Dua kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sarana produksi pertanian di Kabupaten Barru.(Ril)





Tinggalkan Balasan