SIDRAP, HBK – Kehadiran seorang polisi di tengah masyarakat tidak selalu harus ditandai dengan seragam dan kewenangan. Terkadang, kepedulian justru terlihat dari tindakan sederhana: membantu anak sekolah menyeberang jalan, mengurai kemacetan, hingga memastikan setiap warga dapat memulai aktivitas dengan aman.

Pesan itulah yang tergambar ketika Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda turun langsung memimpin pengaturan arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di perempatan Masjid Agung Sidrap, Senin pagi (2/11/2026).

Di tengah padatnya aktivitas masyarakat, Kapolres tidak hanya memberikan arahan kepada personel, tetapi juga terlibat langsung mengatur kendaraan, membantu penyeberangan anak sekolah, serta menyapa warga yang melintas.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja kantor. Polisi harus hadir di tengah kehidupan masyarakat, terutama ketika kehadirannya benar-benar dibutuhkan.

Menurut Kapolres Indra, pengaturan lalu lintas pada pagi hari merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang hendak bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Namun, lebih dari sekadar mengurai kepadatan kendaraan, kegiatan tersebut juga membawa pesan penting tentang kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

“Melalui kehadiran personel di sejumlah titik keramaian, kami berupaya mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas sekaligus mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” ujar Indra.

Ia menegaskan, polisi tidak boleh hanya dikenal ketika melakukan penindakan atau penegakan hukum. Lebih dari itu, polisi harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Polisi tidak boleh hanya terlihat di kantor, tetapi harus hadir di jalan, di ruang publik, dan di tempat masyarakat beraktivitas. Di sanalah kehadiran kita paling dibutuhkan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan moral bahwa pengabdian kepolisian sejatinya bukan hanya tentang kewenangan, melainkan juga tentang kepedulian, keteladanan, dan kesediaan untuk melayani.

Kapolres Sidrap juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang keselamatan berlalu lintas semata-mata sebagai tanggung jawab polisi. Setiap pengguna jalan memiliki kewajiban moral untuk menjaga keselamatan dirinya sekaligus menghormati hak orang lain.

Mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta memberikan kesempatan kepada pejalan kaki merupakan bentuk sederhana kepedulian yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Sebab, satu kelalaian di jalan raya bukan hanya berisiko mencelakai diri sendiri, tetapi juga dapat merenggut keselamatan orang lain yang tidak bersalah.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sidrap ingin menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan rasa aman, membangun kedekatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Karena pada akhirnya, polisi yang dicintai masyarakat bukan hanya polisi yang mampu menegakkan aturan, tetapi juga polisi yang hadir dengan hati, melayani dengan tulus, dan memberikan teladan melalui tindakan nyata. (Arya)