BARRU, HBK – Aliran air Sungai Batupute yang tenang kini bergemuruh, bukan karena arus deras, melainkan dari riuh sorak sorai, tepuk tangan, dan suara dayung yang memukul permukaan air dengan irama kuat. Di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tidak hanya diisi dengan lomba di darat seperti biasa. Tahun ini, sungai yang menjadi bagian dari napas kehidupan warga diangkat menjadi panggung utama, tempat semangat persaudaraan dan cinta tanah air dikayuh bersama.
Pemerintah Desa Batupute sengaja memilih lomba dayung sebagai penanda kemerdekaan, sebuah pilihan yang membuat perayaan tampil beda dan menyentuh akar kearifan lokal. Camat Soppeng Riaja Amirullah, S.H., Danramil 1405-04 Soppeng Riaja Peltu Satriadi SE, Kapolsek Soppeng Riaja, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat hadir memadati tepian sungai, menyaksikan bagaimana tradisi bertemu dengan semangat perayaan kebangsaan.
Kepala Desa Batupute, Jaharuddin, memandang alur sungai dan para peserta yang bersiap mengayuh dengan senyum penuh makna. Baginya, lomba ini bukan sekadar mencari pemenang.
“Kami ingin menumbuhkan rasa bersatu, saling tarik-menarik dan bekerja sama seperti saat mendayung perahu. Ini juga cara menghargai dan melestarikan potensi sungai yang ada di tengah-tengah kita. Meriahkan kemerdekaan dengan cara yang berbeda, yang menyatukan hati warga,” ungkap Jaharuddin.

Puluhan peserta datang tidak hanya dari Batupute, tetapi juga dari desa tetangga. Mata mereka tajam, otot tegang mengikuti irama, setiap tarikan dayung membawa tekad dan semangat. Di sepanjang tepian, warga berdiri berdesakan, bersorak menyemangati, suara bergema menyatu dengan gemercik air yang terpercik. Ada kehangatan yang terasa, jauh lebih dalam daripada sekadar tawa atau kegembiraan sesaat.
Setelah persaingan yang ketat namun tetap santun, nama-nama peraih juara pun tercatat:
Lomba Perahu Dayung Seri 1: Sukardi/Asri (Batupute) di posisi pertama, disusul Takwin/Salman (Awerangnge), Hasanuddin/Sadi serta M Hasan/Judda (Batupute).
Lomba Tarik Tambang Dayung Perahu: Arifin/Herman (Awerangnge) meraih juara pertama, kemudian Erwin/Bule, Wandi/Arif dan Malik/Ramli dari Batupute.
Penyerahan hadiah akan menjadi penutup yang meriah pada malam puncak Semarak HUT RI ke-81, tanggal 22 Agustus mendatang, bekerja sama dengan Bank BRI. Namun kemenangan yang sesungguhnya telah tercipta hari itu: keakraban yang terjalin, rasa saling menghormati, dan semangat sportivitas yang tumbuh subur di antara warga.
Saat perahu berlabuh kembali ke tepi dan riuh perlahan mereda, tinggalah makna yang tertinggal: kemerdekaan bukan hanya milik satu orang atau satu kelompok, melainkan hasil kerja sama, saling mengayuh dan beriringan maju bersama persis seperti mendayung perahu di atas aliran Sungai Batupute, agar tetap lurus dan sampai ke tujuan bersama.(Ikl/Ril)


Tinggalkan Balasan