SIDRAP, HBK — Dukungan terhadap kreativitas masyarakat tidak selalu harus disampaikan melalui pidato panjang ataupun seremoni resmi.

Terkadang, apresiasi sederhana justru mampu menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi daerah.

Hal itu terlihat dari sikap sederhana sososk Bupati Sidrap, H.Syaharuddin Alrif, ketika mencicipi racikan kuliner terbaru pengusaha lokal, Andi Muhammad Yusuf Ruby, Rabu (12/8/2026).

Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Syaharuddin tampak menikmati sajian tersebut.

Bukan sekadar mencicipi, hidangan itu dinikmatinya hingga tuntas, bahkan kuah yang tersisa ikut menjadi bagian yang tak dilewatkan. Bahkan sampai sejumlah agenda bupati molo berapa jam hanya karena ingin mencicipi Pallumara Kepala ikan Kakap tersebut.

“Enak sekali,” ucap Syaharuddin spontan setelah mencicipinya.

Pemandangan sederhana tersebut menghadirkan pesan tersendiri. Seorang kepala daerah hadir bukan hanya dalam agenda pemerintahan, tetapi juga memberi ruang apresiasi terhadap kreativitas masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Bagi pelaku UMKM maupun pengusaha kuliner, apresiasi seorang pemimpin daerah dapat menjadi suntikan semangat untuk terus berinovasi. Terlebih, Sidrap memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kuliner berbasis kekayaan pangan dan cita rasa lokal.

Menu racikan Yusuf Ruby sendiri membawa karakter masakan yang dekat dengan lidah masyarakat Sulawesi Selatan. Sentuhan rempah khas Bugis, teknik pengolahan tradisional, serta pemanfaatan bahan lokal menjadi kekuatan yang coba dipertahankan.

Yusuf Ruby selama ini dikenal sebagai salah seorang pengusaha lokal yang bergerak dalam berbagai sektor usaha. Inovasi di bidang kuliner menjadi bagian dari upayanya menghadirkan sesuatu yang memiliki identitas sekaligus mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Apa yang dilakukan tersebut sejalan dengan besarnya potensi Sidrap sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Sulawesi Selatan.

Beras, hasil peternakan, ikan air tawar hingga berbagai komoditas pertanian merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ketika bahan baku lokal masuk ke dapur usaha kuliner, manfaat ekonominya pun dapat bergerak lebih luas. Petani memiliki pasar, peternak dan pembudidaya ikan mendapatkan konsumen, tenaga kerja terserap, sementara UMKM memperoleh ruang untuk berkembang.

Karena itu, dukungan terhadap inovasi masyarakat menjadi penting.

Bupati Syaharuddin Alrif dalam berbagai kesempatan juga terus mendorong masyarakat untuk produktif, kreatif dan mampu melihat potensi ekonomi yang tersedia di daerah.

Semangat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur. Pembangunan juga menyangkut bagaimana pemerintah menciptakan optimisme dan mendorong masyarakat berani mengembangkan usaha serta membuka peluang ekonomi baru.

Momentum Syaharuddin menikmati racikan kuliner Yusuf Ruby hingga kuah terakhir pun menjadi gambaran sederhana dari sebuah apresiasi.

Di balik sepiring makanan, terdapat kreativitas, bahan baku lokal, tenaga kerja dan perputaran ekonomi yang melibatkan banyak orang.

Jika inovasi seperti ini terus tumbuh dan mendapatkan dukungan, bukan tidak mungkin Sidrap ke depan bukan hanya semakin dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan, tetapi juga memiliki kuliner-kuliner unggulan yang mampu menjadi identitas dan daya tarik daerah.

Sebab terkadang, dukungan kepada masyarakat tidak membutuhkan kalimat panjang.

Cukup dengan hadir, mencicipi hasil karya mereka, memberikan apresiasi, lalu menyampaikan satu kalimat sederhana:

“Enak sekali.”

Bagi seorang pelaku usaha, kalimat itu bisa menjadi motivasi untuk menghasilkan karya yang jauh lebih besar. (Arya)