πŸ”₯ BERITA TERKINI SULAWESI SELATAN | Sidrap
Informasi terbaru dari HarianBeritaKota.com untuk wilayah Sulsel dan Indonesia.

SIDRAP, BKM β€” Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidenreng Rappang mendorong pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di sekolah menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi generasi muda.

Dorongan tersebut disampaikan Bawaslu Sidrap saat melakukan pendampingan sekaligus sosialisasi pendidikan demokrasi di SMA Negeri 2 Sidrap, Kamis (24/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai nilai-nilai demokrasi, pentingnya partisipasi dalam proses pemilihan, serta penerapan prinsip jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.

Bawaslu Sidrap menilai Pilketos tidak sekadar menjadi agenda rutin untuk memilih pengurus organisasi siswa. Lebih dari itu, proses tersebut dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal sekaligus mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, siswa juga didorong memahami pentingnya menghormati perbedaan pilihan, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta menolak berbagai praktik yang dapat mencederai proses demokrasi, termasuk politik uang dan bentuk intervensi lainnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Sidrap, Asmawati Salam, mengatakan pengalaman yang diperoleh siswa dalam pelaksanaan Pilketos dapat menjadi pembelajaran demokrasi sejak dini.

β€œPilketos dapat menjadi miniatur pembelajaran demokrasi bagi siswa. Di dalamnya, siswa belajar menentukan pilihan, menghargai perbedaan, mengikuti proses secara tertib, dan menerima hasil pemilihan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Asmawati.

Menurutnya, pembelajaran demokrasi yang diberikan melalui lingkungan sekolah penting untuk membangun budaya demokrasi yang positif sejak usia muda.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh siswa selama mengikuti proses Pilketos tidak berhenti pada kegiatan pemilihan ketua OSIS, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

β€œHarapannya, nilai-nilai demokrasi yang dipelajari melalui Pilketos tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi generasi yang kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Bawaslu Sidrap menilai pendidikan demokrasi sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Kegiatan pendampingan dan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu Sidrap memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif dengan melibatkan generasi muda.

Melalui pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah, siswa diharapkan tidak hanya memahami proses memilih dan dipilih, tetapi juga mampu menghargai perbedaan, menjaga integritas proses pemilihan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah ditetapkan. (Arya)