ENREKANG, HBK — Zakat, infak dan sedekah (ZIS) bukan sekadar angka yang dihimpun dan tercatat dalam laporan. Di Kabupaten Enrekang, dana umat tersebut diwujudkan dalam berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga bantuan bagi korban bencana.

Salah satunya melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang di Dusun Panette, Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Selasa (15/9/2026).

Sebanyak 39 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis dalam kegiatan tersebut.

Layanan kesehatan hingga tingkat dusun itu menjadi bagian dari program kesehatan BAZNAS Enrekang sekaligus bentuk upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan tanpa terkendala biaya maupun jarak.

Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat juga menunjukkan bahwa pengelolaan ZIS diarahkan untuk memberikan manfaat dalam bentuk program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Dari layanan kesehatan, manfaat ZIS kemudian bergerak ke bidang kemanusiaan ketika musibah menimpa warga Desa Tangru, Kecamatan Malua.

Pada Minggu (6/9/2026), BAZNAS Kabupaten Enrekang menyalurkan bantuan Rp36 juta kepada enam rumah yang terdampak kebakaran.

Musibah tersebut menyebabkan tiga rumah hangus terbakar, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan.

BAZNAS Enrekang menyalurkan bantuan secara proporsional. Tiga rumah yang mengalami kerusakan total masing-masing menerima Rp10 juta, sedangkan tiga rumah lainnya yang mengalami kerusakan menerima masing-masing Rp2 juta.

Total bantuan Rp36 juta tersebut diharapkan dapat menjadi penyangga awal bagi para korban untuk memenuhi kebutuhan setelah kehilangan dan kerusakan akibat kebakaran.

Bagi para korban, bantuan tersebut bukan sekadar nominal. Di tengah kehilangan tempat tinggal dan harta benda, dukungan tersebut menjadi bagian dari kepedulian yang membantu mereka kembali menata kehidupan.

Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana dana ZIS dapat diwujudkan dalam bentuk manfaat yang dirasakan langsung masyarakat, baik melalui pelayanan kesehatan maupun bantuan ketika warga menghadapi musibah.

BAZNAS Enrekang terus mendorong perluasan manfaat ZIS melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan agar dana yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Di Dusun Panette, 39 warga merasakan manfaat layanan kesehatan. Sementara di Desa Tangru, enam keluarga mendapat bantuan setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

ZIS pun tidak berhenti sebagai angka yang terkumpul. Ketika dikelola dan disalurkan melalui program yang tepat, dana umat dapat hadir menjadi pelayanan, bantuan, sekaligus penguat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Api boleh menghanguskan rumah, tetapi kepedulian tidak boleh ikut padam.

(Abbas Nasir)