ENREKANG, HBK β€” Anggota DPRD Kabupaten Enrekang, Sapril, mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Enrekang setelah pemerintah daerah meraih penghargaan Terbaik I kategori Akses Terhadap Layanan Pendidikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurut Sapril, capaian tersebut menunjukkan adanya hasil dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Enrekang.

β€œPenghargaan ini tentu menjadi apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah, khususnya Disdikbud, dalam meningkatkan layanan pendidikan. Namun, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan,” kata Sapril.

Politikus PKS yang juga berlatar belakang pendidik tersebut menilai penghargaan itu tidak terlepas dari sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam penilaian, antara lain pemerataan guru, ketersediaan ruang kelas, Harapan Lama Sekolah (HLS), Angka Partisipasi Murni (APM), serta capaian literasi peserta didik berdasarkan Asesmen Nasional.

Menurutnya, berbagai indikator tersebut dapat menjadi gambaran mengenai sejauh mana pemerintah daerah menghadirkan akses dan layanan pendidikan bagi masyarakat.

Karena itu, Sapril meminta Disdikbud Enrekang tidak berhenti pada capaian penghargaan. Berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan harus terus diperhatikan agar prestasi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan yang dirasakan langsung oleh peserta didik.

Ia menilai pemerataan tenaga pendidik, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta penguatan inovasi pembelajaran perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sapril juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah, pengawas, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mendukung program pendidikan di Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, penghargaan Kemendagri tersebut bukan semata-mata hasil kerja satu instansi, melainkan buah dari kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Di sisi lain, Sapril mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat pemerintah daerah berhenti pada pencapaian administratif maupun indikator makro semata.

Justru, kata dia, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pendidikan yang masih membutuhkan perhatian.

β€œData hasil Asesmen Nasional dan rapor mutu, misalnya, perlu benar-benar digunakan untuk membaca persoalan pembelajaran di sekolah. Data tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang lebih terarah, sehingga kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah dan peserta didik,” ujarnya.

Sapril berharap penghargaan yang diraih Kabupaten Enrekang dapat menjadi pemacu bagi pemerintah daerah dan seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, penghargaan yang diterima tidak hanya menjadi capaian di atas kertas, tetapi juga tercermin melalui peningkatan mutu pembelajaran dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

(Abbas Nasir)