BARRU,HBK – Suasana hangat penuh canda dan tawa mewarnai pertemuan antara PT PLN Indonesia Power UBP Barru dengan para insan pers se-Kabupaten Barru. Kegiatan bertajuk Media Relations ini digelar di Rumah Makan Tepi Empang Lembae, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA, berjalan tertib, aman, dan penuh suasana kekeluargaan.
Ketua PWI Barru, Ahmadi Kalub, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh jurnalis yang turut hadir mempererat silaturahmi. Usai santap siang, suasana berlanjut ke sesi tanya jawab yang dipandu Malik SH, yang membahas keluhan warga terkait penyebaran debu batubara di sekitar PLTU Bawasalo.
Dalam sesi tersebut, pihak PLTU Barru menjelaskan bahwa penyebaran debu sangat dipengaruhi oleh angin dan cuaca, termasuk kondisi cuaca ekstrem. Untuk itu, sejumlah langkah nyata telah diperkuat guna menekan dampaknya ke permukiman warga.

“Kami memperluas area penempatan batubara sehingga ketinggian tumpukan dapat dikurangi. Jika dulu bisa mencapai 15 meter, kini diupayakan tidak lebih dari 7 meter, bahkan terus kami turunkan,” ujar Rahmat Kamaruddin, Wakil Manajer Bidang K3L PLTU Barru.
Pemasangan paranet sebagai penghalang debu juga terus diperbanyak. Selain itu, penyiraman dilakukan tiga kali sehari pagi, siang, dan sore agar batubara tetap lembap dan debu tidak mudah terbawa angin. Penyiraman juga mencakup jalan-jalan di sekitar kawasan yang dilalui warga.
Tidak hanya soal udara, kebutuhan warga juga disentuh. Asisten Manajer Administrasi PLTU Barru, Muhamad Budi Setiawan, menjelaskan pihaknya telah menempatkan 10 tandon air dengan pasokan sekitar 12 ton per hari untuk membantu kebutuhan masyarakat. Bantuan sembako, pembagian masker, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di area terdekat juga telah disalurkan.

“Jika warga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, kami siap mendampingi. Semua ini bagian dari upaya kami merespons kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga kesehatan lingkungan bersama,” tegas Rahmat.
Manajemen PLTU UBP Barru berkomitmen terus memperkuat berbagai upaya pengendalian, mulai dari menambah paranet hingga menyesuaikan langkah sesuai kondisi di lapangan. Pertemuan ini pun diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang semakin erat antara perusahaan, media, dan masyarakat.(Ril)


Tinggalkan Balasan