SIDRAP, HBK — Upaya membangun Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang aman, kondusif dan ramah terhadap investasi membutuhkan kolaborasi berbagai elemen.
Semangat itu mengemuka dalam Temu Sinergi Kapolres Sidrap, pengusaha dan jurnalis yang berlangsung di Ballroom Al-Goni, Sidrap, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian, pelaku usaha dan insan pers dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan dan perekonomian daerah.
Kegiatan diinisiasi Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sidrap, Muhammad Yusuf Ruby, bersama Ketua KJI Sulsel Edi Basri, S.H., dan jajaran jurnalis.
Ketiga unsur tersebut dinilai memiliki peran yang saling berkaitan. Kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban, pengusaha menggerakkan perekonomian, sementara media menjalankan fungsi informasi dan kontrol sosial.
Ketua ISMI Sidrap Muhammad Yusuf Ruby dalam kesempatan tersebut berharap aparat kepolisian terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.
“Dengan adanya rasa aman dan nyaman, kami para pengusaha bisa bekerja dengan tenang dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Yusuf Ruby.

Menurutnya, iklim keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan dunia usaha sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru ke Kabupaten Sidrap.
Kapolres: Media, Pengusaha dan Polisi Saling Berkaitan
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H., mengapresiasi ISMI Sidrap, KJI Sulsel dan insan pers yang menginisiasi pertemuan tersebut.
Menurut Kapolres, forum semacam ini penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian, pengusaha dan jurnalis.
Indra Waspada Yuda juga mengungkapkan bahwa Sidrap bukan daerah yang asing baginya karena sebelumnya ia pernah bertugas di kabupaten tersebut.
Dalam membangun daerah, Kapolres menempatkan media sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan demokrasi. Pers dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mengawal jalannya pembangunan.
“Media merupakan corong informasi dan penjaga informasi. Karena itu, kami dari Polres Sidrap terbuka untuk membangun sinergitas dengan insan pers,” katanya.
Kapolres juga menegaskan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keamanan.
“Pengusaha sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi. Ketika stabilitas ekonomi aman, maka sangat berdampak terhadap stabilitas keamanan. Media, pengusaha, dan polisi sangat terkait dalam menciptakan keamanan yang kondusif,” jelasnya.
Karena itu, komunikasi antara ketiga unsur tersebut diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan silaturahmi, tetapi terus dibangun sebagai bagian dari upaya bersama menjaga Sidrap.
Dorong Potensi Sidrap dan Iklim Investasi
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program pemerintah pusat maupun program pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Potensi besar yang dimiliki Sidrap, khususnya di sektor pertanian dan perekonomian, menurutnya harus terus dijaga dan dipromosikan sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap daerah.
Ia turut menyinggung empat potensi yang selama ini kerap digaungkan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, yakni Sidrap sebagai lumbung padi, lumbung telur, lumbung energi terbarukan dan lumbung penghafal Al-Qur’an (hafiz).
Potensi dan citra positif tersebut, menurutnya, perlu terus diperkuat agar Sidrap semakin dikenal melalui keunggulan yang dimilikinya.
“Kami siap berkolaborasi dan didukung seluruh personel Polres Sidrap. Kami juga siap menerima kritik yang sifatnya membangun,” tegas Indra.
Kapolres memastikan pertemuan tersebut bukan menjadi komunikasi terakhir antara kepolisian, pengusaha dan insan pers.
“Ini bukan yang terakhir. Ke depan kita akan lanjutkan sebagai bentuk interaksi untuk saling memberikan informasi yang dibutuhkan, dalam rangka pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Indra Waspada Yuda mengajak seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama menjaga nama baik Sidrap sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini masih melekat.
“Saya sayang Sidrap, saya cinta Sidrap. Mari kita jaga Sidrap, hilangkan citra negatif Sidrap. Pertanian kita luar biasa,” tegasnya.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen untuk membangun komunikasi tanpa sekat antara kepolisian, dunia usaha dan pers. Dengan keamanan yang terjaga, aktivitas ekonomi diharapkan semakin berkembang, sementara media tetap menjalankan perannya menyampaikan informasi sekaligus memberikan kritik yang konstruktif terhadap pembangunan daerah.
Turut hadir Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrik Ambarita, Kasat Narkoba AKP Andri Kurniawan, Kasat Lantas AKP Mulyadi, Kasi Humas Polres Sidrap IPDA Andi Zainal, sejumlah personel Polres Sidrap, para ketua organisasi wartawan di Sidrap, insan pers serta para pengusaha yang tergabung dalam ISMI. (Arya)


Tinggalkan Balasan