“Petani Berpenghasilan Rp15 Juta, Program TNI Berdampak Nyata”
SIDRAP, HBK — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renni Bangun Nawoko melakukan kunjungan kerja ke Koramil Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam memberikan apresiasi terhadap potensi pertanian Sidrap yang dinilainya luar biasa. Kesuburan wilayah dan dominasi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian disebut menjadi modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Mayjen TNI Bangun Nawoko bahkan menyoroti penghasilan petani yang disebut dapat mencapai sekitar Rp15 juta per bulan.
“Ini luar biasa. Bumi yang diberkahi, subur dan masyarakatnya petani. Penghasilan petani sampai Rp15 juta per bulan, luar biasa Sidrap,” ujar Pangdam.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak semata berkaitan dengan tugas pertahanan. TNI juga memiliki tanggung jawab membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.
“Ketika TNI dihadirkan untuk mengerjakan itu, rakyat terbantu, rakyat sejahtera,” tegasnya. 
133 Jembatan dan 255 Sumur Bor
Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan, kunjungan kerjanya sekaligus untuk memastikan berbagai program prioritas Presiden Republik Indonesia yang dipercayakan kepada TNI Angkatan Darat dapat berjalan sesuai target.
“Kita ingin meyakinkan bahwa program-program prioritas Bapak Presiden yang dipertanggungjawabkan kepada Angkatan Darat itu bisa berjalan sesuai dengan target,” katanya.
Sejumlah program tersebut meliputi pembangunan jembatan perintis, sumur bor, sumur hidram hingga pendampingan ketahanan pangan.
Untuk pembangunan jembatan perintis, Kodam XIV/Hasanuddin disebut menangani sebanyak 133 jembatan. Sementara pembangunan sumur bor mencapai 255 titik di berbagai wilayah.
“Sumur bor ini bukan hanya untuk kebutuhan air bersih, tetapi juga untuk pertanian,” jelasnya.
Selain sumur bor, TNI membangun sumur hidram yang memanfaatkan aliran air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Pangdam, seluruh program tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan kehadiran negara dapat dirasakan hingga masyarakat di pelosok.
“Negara harus hadir. TNI Angkatan Darat harus hadir untuk membantu kesulitan rakyat,” ujarnya.
Jembatan Merah Putih Buka Akses Warga
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan Jembatan Merah Putih.
Infrastruktur ini menjadi salah satu wujud keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat mengatasi persoalan akses dan konektivitas, khususnya di wilayah yang selama ini dipisahkan sungai maupun kondisi geografis lainnya.
Pangdam juga menekankan pentingnya pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan perekonomian dari tingkat desa.
Koperasi diharapkan dapat menjadi bagian rantai pasok berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk barang subsidi, sehingga jalur distribusi semakin efisien.
“Beliau menginginkan pertumbuhan ekonomi itu langsung dari rakyat yang paling bawah, di desa. Rantai pasok supaya terpangkas, kemudian tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya.
TNI Kawal Ketahanan Pangan
Pangdam XIV/Hasanuddin turut menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, pangan merupakan sektor strategis yang berkaitan erat dengan stabilitas nasional.
TNI melalui Babinsa terus melakukan pendampingan terhadap petani, mulai dari proses produksi hingga membantu komunikasi dalam penyerapan hasil pertanian bersama Perum Bulog.
Ia mencontohkan, meskipun jumlah personel Bulog di Sulawesi Selatan terbatas, penyerapan gabah dapat mencapai lebih dari 800 ribu ton, salah satunya didukung komunikasi dan pendampingan Babinsa di lapangan.
Bupati: Produksi Gabah Sidrap Naik dari 400 Ribu Jadi 700 Ribu Ton
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI terhadap berbagai program pembangunan di daerahnya.
Menurutnya, berbagai program prioritas Presiden yang dilaksanakan hingga tingkat daerah telah memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
“Semuanya di Sidrap sudah mantap dan berdampak ke rakyat,” ujar Syaharuddin.
Ia menyebut salah satu capaian menonjol berada pada sektor pertanian. Produksi gabah Sidrap yang sebelumnya sekitar 400 ribu ton disebut meningkat menjadi 700 ribu ton.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
Selain ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga terus berjalan. Bupati menyebut sebanyak 36 koperasi telah terbangun, sementara progres penyelesaian persoalan tanah hampir mencapai 90 persen.

Anak Sekolah Tak Perlu Lagi Turun Sungai
Syaharuddin secara khusus mengapresiasi pembangunan Jembatan Merah Putih, salah satunya di kawasan Tanah Toro.
Sebelum jembatan dibangun, anak-anak sekolah dan masyarakat dari Dusun Lanja menuju Lariu harus melewati sungai untuk beraktivitas.
“Anak sekolah dari Dusun Lanja ke Lariu itu harus turun sungai. Tapi dengan disulapnya menjadi Jembatan Merah Putih, akhirnya anak-anak kita melewati jembatan beton dan dimanfaatkan hari ini,” kata Syaharuddin.
Pembangunan sumur bor juga dinilai memberikan manfaat besar, terutama dalam membantu masyarakat memperoleh air bersih sekaligus menunjang kebutuhan sektor pertanian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap, saya berterima kasih kepada Bapak Presiden, Panglima TNI, Kasad, Pangdam XIV/Hasanuddin dan seluruh jajaran TNI atas bantuan yang luar biasa untuk masyarakat Sidrap,” ujarnya.
Ekonomi Sidrap Tumbuh 7,71 Persen
Syaharuddin menilai sinergi pemerintah pusat, TNI dan pemerintah daerah ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian Sidrap.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen, disertai capaian positif dalam penanganan kemiskinan dan stunting.
“Ini yang menjadikan Sidrap juara satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan. Ini harapan Bapak Presiden,” pungkas Syaharuddin.
Kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana program TNI di wilayah teritorial diarahkan tidak hanya untuk memperkuat tugas pertahanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, membuka akses wilayah, mendukung pertanian hingga mendorong pergerakan ekonomi dari desa. (Arya)


Tinggalkan Balasan