PINRANG, HBK β Menghadapi kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air irigasi, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) mengambil langkah cepat dengan melakukan pompanisasi air permukaan di Sungai Saddang untuk menambah pasokan air menuju Saluran Sekunder Pekkabata UPTD PSDA Pekkabata, Kecamatan Duampanua.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Pinrang terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat, khususnya para petani yang mengandalkan pasokan air dari Saluran Sekunder Pekkabata.
Berkurangnya debit air akibat kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan mulai dirasakan di sejumlah areal persawahan.
Melalui pompanisasi ini, air dari Sungai Saddang dialirkan menuju Saluran Sekunder Pekkabata Ruas 5 sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air hingga ke bagian ujung areal layanan.
Dengan demikian, lahan pertanian masyarakat tetap memiliki pasokan air yang cukup untuk mendukung aktivitas budidaya dan menjaga produktivitas hasil pertanian. 
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrum Syah, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang menjaga ketersediaan sekaligus pemerataan distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, kondisi kemarau mengharuskan pemerintah mengambil langkah teknis agar dampaknya terhadap petani dapat diminimalkan. Pompanisasi menjadi salah satu alternatif untuk menambah debit air pada saluran irigasi yang mulai mengalami penurunan pasokan.
βLangkah ini kita lakukan untuk menjaga ketersediaan air sampai ke lahan sawah masyarakat, khususnya pada bagian ujung areal layanan Saluran Sekunder Pekkabata,β ungkap Bachrum.
Pelaksanaan pompanisasi tersebut dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Mesin pompa yang digunakan merupakan bantuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pinrang kepada kelompok tani di Kecamatan Duampanua.
Atas inisiatif Pemerintah Kecamatan Duampanua dan melalui koordinasi bersama, pompa tersebut dimanfaatkan untuk membantu mengalirkan air permukaan Sungai Saddang ke saluran irigasi.
Petugas gabungan dari OP UPTD PSDA Wilayah VII Pekkabata bersama unsur Pemerintah Kabupaten Pinrang, Pemerintah Kecamatan Duampanua dan pihak terkait turun langsung melakukan pemasangan pompa di lapangan.
Sinergi ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi petani dengan menjaga keberlangsungan pengairan sawah di tengah kondisi kemarau. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama untuk mencegah menurunnya produktivitas pertanian akibat keterbatasan air.
Di tengah kondisi El Nino yang masih memberikan dampak terhadap ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Pinrang berupaya menjaga harapan para petani agar tetap dapat mengelola lahan pertaniannya dan memperoleh hasil yang maksimal.
Selain menjaga keberlangsungan produksi pertanian, ketersediaan air yang lebih terjamin juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat petani, dapat terus menjaga penggunaan air secara bijak dan mengedepankan koordinasi dalam pemanfaatan sumber daya air.
Dengan langkah bersama tersebut, kebutuhan air pertanian diharapkan dapat dikelola secara adil sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan cita-cita swasembada pangan nasional. (Ady)


Tinggalkan Balasan