SUBULUSSALAM, HBK — Perjalanan karier birokrat senior Asrul Assani, S.E., M.Si. menjadi bukti bahwa dedikasi dan pengabdian panjang dalam pemerintahan dapat mengantarkan seseorang ke posisi strategis. Setelah puluhan tahun berkiprah di lingkungan birokrasi, Asrul kini resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam.

Pelantikan Asrul sebagai Sekda definitif dilakukan langsung oleh Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin (HRB) pada Senin (15/6/2026) di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam. Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor: PEG.821.22/40/2026 tertanggal 19 Mei 2026 serta telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebelum dilantik secara definitif, Asrul telah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Subulussalam sejak pertengahan Maret 2026.

Dalam sambutannya, Asrul mengaku pelantikan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.

“Ini merupakan penghormatan besar bagi saya. Amanah yang diberikan oleh bapak wali kota bukanlah kepercayaan yang ringan. Karena itu saya akan berupaya menjalankannya dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Kota Subulussalam,” ujar Asrul.

Mengawali Karier dari Aceh Singkil

Asrul mengenang perjalanan panjangnya sebagai aparatur sipil negara yang dimulai dari Kabupaten Aceh Singkil sebelum lahirnya Kota Subulussalam sebagai daerah otonom.

Di masa awal pengabdiannya, ia bertugas sebagai staf dan kemudian dipercaya menjadi Kepala Seksi (Kasi) pada Dinas Pendapatan Kabupaten Aceh Singkil. Kariernya terus berkembang hingga menduduki posisi Kepala Bidang (Kabid) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Singkil.

Saat Kota Subulussalam resmi mekar dari Kabupaten Aceh Singkil, Asrul menjadi salah satu birokrat yang turut membangun fondasi pemerintahan daerah baru tersebut melalui berbagai jabatan strategis.

Ia pernah menjabat sebagai:

  • Sekretaris Bappeda Kota Subulussalam;
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans);
  • Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP);
  • Staf Ahli Pemerintah Kota Subulussalam;
  • Asisten I Setda Kota Subulussalam;
  • Plt Sekda Kota Subulussalam;
  • Hingga akhirnya dipercaya menjadi Sekda definitif.

Pengalaman panjang lintas sektor tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Asrul dalam memimpin birokrasi dan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.

Siap Menjalankan Visi-Misi Daerah

Usai dilantik, Asrul menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh visi dan misi pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam.

Menurutnya, jabatan Sekda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pemerintahan, mengelola birokrasi, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan kepala daerah.

Ia juga menilai pentingnya membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), lembaga vertikal, hingga masyarakat.

“Kami akan berupaya menyesuaikan seluruh kebijakan pemerintahan dengan visi dan misi kepala daerah, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

HRB: Sekda Adalah Pemimpin Birokrasi

Sementara itu, Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin menegaskan bahwa pelantikan Sekda bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan dalam struktur pemerintahan, melainkan penugasan seorang pemimpin birokrasi yang memiliki peran sentral dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menurut HRB, Sekda harus mampu menjadi penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan program di lapangan.

“Pelantikan hari ini bukan hanya pelantikan seorang sekretaris daerah. Ini adalah penugasan seorang pemimpin birokrasi yang harus memastikan seluruh sistem pemerintahan berjalan efektif, profesional, disiplin, dan selaras dengan visi pembangunan daerah,” tegas HRB.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan Forkopimda.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, HRB meminta agar seluruh kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Dorong Budaya Kerja Berbasis Kinerja

Sebagai pejabat tertinggi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam, Asrul diharapkan segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD).

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, profesionalisme, dan akuntabilitas.

Selain itu, HRB turut menyampaikan kabar menggembirakan terkait rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Subulussalam dengan nilai investasi mencapai Rp560 miliar melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Asrul Assani kini menghadapi tantangan baru sebagai motor penggerak birokrasi Kota Subulussalam. Amanah tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya yang dimulai dari seorang staf hingga mencapai jabatan tertinggi di kalangan aparatur sipil negara daerah.

(Amdan Harahap)