SIDRAP, HBK — Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali mengikuti ujian skripsi yang digelar di ruang ujian FKIP pada Kamis (21/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan akhir akademik mahasiswa sebelum menyelesaikan studi sarjana.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswi atas nama Ingke Varamita Datu Karaeng mempresentasikan skripsinya yang berjudul “Analisis Estetika Puisi Berbasis Nama Siswa Kelas Tinggi UPT SD Negeri 10 Otting.”
Penelitian tersebut mengkaji nilai estetika dalam puisi yang disusun berdasarkan nama siswa, serta bagaimana kreativitas bahasa dapat dikembangkan melalui pendekatan sastra di lingkungan sekolah dasar.
Tim penguji dalam ujian skripsi tersebut terdiri atas Dr. Yusmah, S.S., M.Hum sebagai ketua penguji, Dr. Suhartini K., S.Pd., M.Pd sebagai sekretaris penguji, Dr. M. Hanafi, S.Pd., M.Pd selaku pembimbing I, Dr. Jumiati L., S.Pd., M.Pd sebagai pembimbing II, serta Dr. M. Nurzin, S.Pd., M.Pd sebagai anggota penguji.

Dalam pemaparannya, Ingke Varamita Datu Karaeng menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk mendeskripsikan unsur estetika puisi berbasis nama siswa serta melihat potensi penggunaan puisi sebagai media pembelajaran kreatif di sekolah dasar.
Menurutnya, puisi tidak hanya menjadi sarana ekspresi sastra, tetapi juga mampu meningkatkan imajinasi, kreativitas, dan apresiasi bahasa peserta didik.
“Melalui penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa nama siswa dapat diolah menjadi karya puisi yang memiliki nilai estetika sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa,” ujarnya saat mempresentasikan hasil penelitian di hadapan tim penguji.
Sementara itu, Ketua Penguji Dr. Yusmah, S.S., M.Hum menyampaikan apresiasinya terhadap tema penelitian yang diangkat karena dinilai memiliki nilai kebaruan dan relevansi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, penelitian berbasis sastra kreatif seperti ini dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan humanis bagi siswa. Ia juga menilai mahasiswa telah mampu memadukan kajian estetika sastra dengan konteks pendidikan secara baik.
Dr. Yusmah berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi karya akademik semata, tetapi juga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu mendorong minat siswa terhadap sastra sejak dini.
“Semoga penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru maupun mahasiswa lain dalam mengembangkan pembelajaran sastra yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan kehidupan siswa,” tuturnya. (Arya)




Tinggalkan Balasan