BARRU,HBK – Mendekati pertengahan tahun 2026 di Kabupaten Barru ciri-ciri bakal datangnya El Nino tampaknya mulai terasa pada Selasa (14/4/2026).
Adanya anggapan masyarakat akan datangnya kemarau panjang dan lebih kering pada saat berada di bulan Juli-Oktober 2026,tampaknya bakal datang dan jadi kenyataan.
Contohnya suhu udara pada Selasa (14/4/2026) sekitat pukul 07.00 pagi hari matahari muncul terik dengan perkiraan suhu udara 30 ‘C – 28 ‘C dan pada Sore hari pukul 15.30 berada pada suhu 24 ‘C.
“Sudah sekarang kita memasuki musim kemarau mulai April ini dan diprediksi hingga September, dimana puncaknya diperkirakan pada bulan Juli-September 2026,” ungkap H Umar Sinampe Skm Mkes selaku Kepala Pelaksana BPBD Barru ditemui usai vicon di Mapolres Barru.
“Untuk BPBD Barru kita mulai memberi informasi ke masyarakat sebagai upaya kesiapsiagaan memasuki musin kemarau yang lebih panjang durasinya,melalui platforn media sosial dan KIE dengan sasaran per komunitas,” jelas Umar.
Disamping itu kami lakukan koordinasi lintas sektoral dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan,”kata Umar.

” Termasuk hari ini mengikuti vicon mabes polri yang dipusatkan di aula mapolres Barru guna mengantisipasi bencana kemarau panjang El Nino 2026,”terangnya.
“Disamping itu antisipasi mitigasi awal dengan menyiagakan peralatan seperti mobil tangki untuk distribusi air bersih dan satgas BPBD, penghematan air dan persiapan ketahanan pangan di
Barru,”bebernya.
Sementara itu prediksi sementara BMKG potensi puncak musim kemarau pada Juli-September 2026 akibat kombinasi El Niño dan IOD positif. Fenomena ini dapat berdampak serius pada kekeringan, krisis air, kebakaran hutan dan kesehatan.
Diprediksi mulai muncul pada April- Mei 2026 dan berlangsung setidaknya hingga pertengahan dan akhir tahun 2026.Meskipun diprediksi tidak seekstrem tahun 1997, dampaknya diproyeksikan mirip pada tahun 2015.
Akan muncul dampak Kekeringan yang lebih panjang dan panas, risiko kebakaran hutan, serta penurunan debit air untuk pertanian.
Diharapkan Pemerintah mulai menyiapkan mitigasi air dan pangan. Masyarakat disarankan menjaga kesehatan, menghemat air, dan waspada terhadap polusi udara akibat potensi karhutla. BMKG.(Ril)




Tinggalkan Balasan