PINRANG, HBK – Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah strategis memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan barista yang diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiyati A. Irwan, secara resmi membuka Pelatihan Barista dalam rangka peningkatan kualitas UMKM di Hotel MS, Senin (2/11).

Dalam sambutannya, Sudirman mengungkapkan bahwa Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi, khususnya komoditas robusta yang menjadi salah satu unggulan daerah. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dioptimalkan melalui peningkatan keterampilan masyarakat agar kopi tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

Menurut Sudirman, keterampilan meracik kopi atau barista memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan seiring berkembangnya usaha kedai kopi dan industri kuliner. Peluang tersebut tidak hanya terbuka di pasar lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

β€œMelalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha mandiri maupun menjadi bekal memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguasaan ilmu dan keterampilan merupakan modal penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Karena itu, peserta diminta memanfaatkan lima hari pelatihan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diberikan dapat dikuasai secara optimal.

Materi pelatihan mencakup pengenalan karakteristik biji kopi, pemahaman jenis kopi robusta, arabika, dan liberika, pengoperasian mesin espresso, hingga teknik penyeduhan dan peracikan kopi.

Sudirman berharap, peserta tidak sekadar memahami teori dasar, tetapi juga mampu menghasilkan racikan kopi berkualitas dengan cita rasa yang baik serta memenuhi standar penyajian. Dengan bekal tersebut, masyarakat diharapkan semakin percaya diri mengembangkan usaha kuliner berbasis kopi yang berdaya saing.

Selain peningkatan keterampilan, Sudirman juga mendorong agar pelatihan serupa ke depan dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi melalui koordinasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurutnya, sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi peserta dalam membuktikan kemampuan profesionalnya, baik ketika melamar pekerjaan maupun saat mengembangkan usaha sendiri.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap lahir tenaga-tenaga barista terampil yang mampu mengolah potensi kopi daerah menjadi peluang ekonomi produktif. Langkah ini sekaligus diharapkan memperkuat daya saing UMKM lokal, membuka kesempatan kerja, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Ady)