PINRANG – Kerajinan tenun ikat Lero terus didorong untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Tenun Ikat dan Pewarnaan dalam rangka Peningkatan Kualitas UMKM Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Pinrang, TP PKK, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Ketua Dekranasda Kabupaten Pinrang, Hj. A. Sri Widiyati A. Irwan, mengungkapkan bahwa keterampilan menenun yang diwariskan secara turun-temurun merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, warisan keterampilan tersebut perlu dipadukan dengan kreativitas dan inovasi agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki ciri khas, serta semakin diminati pasar.
Pengembangan motif, penguasaan teknik tenun ikat, hingga keterampilan pewarnaan menjadi aspek penting yang perlu dikuasai para perajin. Dengan begitu, pelatihan ini tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Pinrang, Muh. Yusuf Nur, menegaskan bahwa kerajinan tenun merupakan potensi daerah yang memiliki dua nilai penting, yakni kekayaan budaya dan kekuatan ekonomi.
Ia berharap potensi Tenun Lero dapat terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi identitas budaya yang membanggakan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Peningkatan kualitas bahan, pengembangan motif, serta penguasaan teknik pewarnaan diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih menarik, bernilai jual tinggi, dan memiliki daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui pelatihan ini, para perajin diharapkan semakin percaya diri mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kualitas hasil produksi tanpa kehilangan karakter serta identitas budaya lokal.
Sebab, menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada apa yang diwariskan, melainkan bagaimana warisan tersebut terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Pinrang Hj. A. Sri Widiyati A. Irwan, Plt. Camat Suppa Rivaldy, S.STP., Plt. Kepala Desa Lero, Plt. Ketua TP PKK Desa Lero, serta sejumlah unsur terkait lainnya. (Ady)


Tinggalkan Balasan