SIDRAP, HBK – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Sekitar 72 ribu guru dan insan pendidikan dari 24 kabupaten/kota memadati Bumi Nene Mallomo, Kamis (2/7/2026), menjadikan Sidrap benar-benar “lautan guru” sekaligus pusat pertemuan terbesar keluarga besar PGRI di Sulawesi Selatan.

Sejak pagi, Stadion Ganggawa Pangkajene dipenuhi lautan manusia dengan balutan seragam khas masing-masing daerah. Antusiasme peserta bahkan meluber hingga kawasan Monumen Ganggawa, pelataran Masjid Agung Pangkajene, serta ruas-ruas jalan utama di ibu kota Kabupaten Sidrap.

Gelombang kedatangan peserta telah berlangsung sejak dua hari sebelum pembukaan. Seluruh hotel, wisma, rumah kos, hingga penginapan di Sidrap terisi penuh. Tidak sedikit peserta akhirnya menginap di sekolah-sekolah maupun rumah-rumah warga yang dengan sukarela membuka pintu sebagai bentuk keramahan kepada tamu dari seluruh Sulawesi Selatan.

Upacara pembukaan berlangsung meriah dan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bertindak sebagai inspektur upacara.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Staf Khusus Menteri Agama Bunyamin Yafid, Ketua PGRI Sulsel Haris Hasnawi, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Forkopimda, pimpinan DPRD, serta ribuan guru dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah penyelenggaraan Porsenijar tahun ini.

Ia memastikan seluruh masyarakat Sidrap siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta selama pelaksanaan kegiatan pada 2–6 Juli 2026.

“Terima kasih telah mempercayakan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI Tahun 2026. Insya Allah selama di Sidrap orang Sidrap akan melayani dengan keramahannya. Orang Sidrap akan menyiapkan beras dan telurnya untuk melayani,” ujar Syaharuddin yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, mengaku terharu melihat kekompakan seluruh elemen yang hadir pada pembukaan Porsenijar.

“Pagi hari ini hati saya sangat bergetar melihat kekompakan gubernur, wakil gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus PGRI, dan para guru anggota PGRI,” ungkapnya.

Menurut Unifah, Porsenijar bukan sekadar ajang perlombaan olahraga dan seni, tetapi telah menjadi tonggak kolaborasi pendidikan yang mempertemukan guru, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam semangat membangun pendidikan Indonesia.

Ia menegaskan PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, sinergi antara organisasi profesi guru dengan pemerintah harus terus diperkuat.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas dan junjung tinggi persaudaraan. Mari terus bersinergi karena PGRI adalah mitra strategis pemerintah,” pesannya.

Unifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai sukses menjadi tuan rumah.

“Terima kasih terkhusus kepada Kabupaten Sidrap. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 keren,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan penghormatan mendalam kepada seluruh guru. Menurutnya, tidak ada keberhasilan seorang pemimpin tanpa jasa para guru yang membimbing sejak bangku sekolah.

“Guru terbaik adalah guru yang selalu diingat ketika selesai. Guru terbaik adalah yang menempatkan anak didiknya menjadi orang sukses. Saya tidak bisa bikin apa-apa kalau bukan karena guru,” tegasnya.

Gubernur juga memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru, termasuk guru PPPK, di tengah berbagai tantangan efisiensi anggaran.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat para peserta, Gubernur menambah hadiah Porsenijar berupa 20 unit sepeda, 10 tablet, tiga motor listrik, serta dua paket ibadah umrah, di samping lima sepeda yang dibagikan saat upacara pembukaan.

Dalam kesempatan tersebut, Pengurus PGRI juga menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru.

Kemegahan pembukaan semakin terasa saat 24 kontingen kabupaten/kota menampilkan defile yang memadukan identitas daerah, budaya lokal, kreativitas, serta semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas keluarga besar PGRI.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan guru, memperkuat kolaborasi pemerintah dengan insan pendidikan, sekaligus memperlihatkan kesiapan Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah berbagai agenda berskala besar.

Selama beberapa hari ke depan, ribuan guru dari seluruh Sulawesi Selatan akan mengikuti berbagai perlombaan olahraga, seni, dan pembelajaran dalam suasana penuh sportivitas, kebersamaan, dan semangat membangun pendidikan yang lebih maju untuk Indonesia. (Arya)