PINRANG, HBK – Musyawarah Wilayah (Musywil) XXV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan resmi ditutup di Kabupaten Pinrang, Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang mempertemukan kader pelajar Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos., yang menghadiri acara penutupan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pinrang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musywil XXV IPM Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah serta mempererat silaturahmi antarpelajar Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses kaderisasi yang sehat dan menjadi indikator organisasi terus berkembang.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses kaderisasi yang sehat. Dari proses inilah akan lahir ide-ide baru, semangat baru, dan program-program yang diharapkan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia berharap kepengurusan IPM Sulawesi Selatan yang baru mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pembinaan karakter, kepemudaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Bupati Irwan juga menilai IPM selama ini telah menunjukkan kiprah positif sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kapasitas anggotanya, tetapi juga aktif berkontribusi melalui berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan keagamaan.
Karena itu, ia mengucapkan selamat kepada ketua dan jajaran pengurus yang baru terpilih serta berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang semakin bermanfaat, tidak hanya bagi kader IPM, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan secara luas. Kehadiran organisasi kepemudaan seperti IPM sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah,” tuturnya.
Penutupan Musywil XXV IPM Sulawesi Selatan turut dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan Andi Azizah Irma Wahyudiyati, unsur Forkopimda Kabupaten Pinrang, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, serta peserta Musywil dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. (Ady)


Tinggalkan Balasan