SIDRAP, HBK — Kabupaten Sidrap kembali menunjukkan tajinya sebagai daerah unggulan pertanian.

Panen perdana program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, mencatat hasil menggembirakan dengan produktivitas mencapai 7,2 ton per hektare.

Keberhasilan ini disampaikan langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat memimpin kegiatan panen perdana yang dirangkaikan dengan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya menjadi simbol keberhasilan pengembangan sawah baru, tetapi juga bukti bahwa sektor pertanian di Sidrap terus berkembang pesat dan mampu menopang ketahanan pangan daerah.

“Panen raya ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian kita terus berkembang. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Integrasi dengan sektor peternakan harus terus didorong agar nilai tambah ekonomi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pertanian dan peternakan menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Selain itu, pengelolaan usaha yang profesional serta pemanfaatan teknologi tepat guna juga dinilai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas.

Program cetak sawah di Desa Mojong sendiri telah membuka sekitar 26 hektare lahan baru sejak 2025.

Dari total tersebut, sekitar 18 hektare telah ditanami padi, dan sebagian di antaranya kini telah memasuki masa panen perdana dengan hasil yang memuaskan.

Keberhasilan ini pun menjadikan Mojong sebagai lokasi percontohan pengembangan sawah baru di Sulawesi Selatan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas program tersebut dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif.

Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam mencapai target produksi 4 juta ton beras secara nasional.

Dengan capaian ini, Sidrap semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, sekaligus mempertegas keberhasilannya setelah sebelumnya meraih peringkat kedua nasional dalam penyerapan beras pada tahun 2025.