SIDRAP, HBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif, S.IP., MM., PhD (HC), menitipkan sejumlah tugas strategis kepada jajaran Karang Taruna Kabupaten Sidrap agar pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Syaharuddin saat menghadiri pelantikan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Sidrap di Aula SKPD Kantor Bupati Sidrap, Senin (28/9/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan sedikitnya empat tugas penting yang harus menjadi perhatian pemuda Karang Taruna. Salah satunya adalah memperkuat pemberdayaan sosial masyarakat sekaligus ikut mengambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Syaharuddin menyebut masih terdapat sekitar 15.557 orang yang perlu menjadi perhatian dalam upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk generasi muda dan Karang Taruna.
“Bagaimana caranya? Keterlibatan pemuda Sidrap harus diperkuat dengan memberdayakan seluruh stakeholder dan melakukan kerja sama,” ujar Syaharuddin.
Ia mendorong Karang Taruna agar mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dengan membangun kolaborasi bersama pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, organisasi sosial serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain persoalan sosial dan kemiskinan, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, sektor pendidikan harus terus didorong agar mampu meningkatkan indeks modal sumber daya manusia di Sidrap.
Pendidikan, kata dia, menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk meningkatkan taraf hidup.
Hal tersebut sejalan dengan berbagai program pemerintah yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui kehadiran Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sidrap.
Sekolah Rakyat Buka Jalan Masa Depan
Kehadiran Sekolah Rakyat tidak sekadar memberikan pendidikan gratis kepada siswa. Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap keluarga siswa agar dapat meningkatkan kondisi sosial dan ekonominya.
Hal itu dirasakan langsung oleh Khasya Sofia, salah satu siswa Sekolah Rakyat di Sidrap.
Khasya mengaku kehadiran Sekolah Rakyat memberikan pengalaman pendidikan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. Selain memperoleh pembelajaran dari para guru, ia juga mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan dan kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan.
“Bersekolah di Sekolah Rakyat sangat memfasilitasi saya sebagai kalangan yang kurang dalam kehidupan sosial. Sekolah Rakyat sangat membantu saya selama menempuh pendidikan,” ujar Khasya, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari buku, pakaian hingga perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
“Guru-guru yang mengajar memberikan materi yang baik. Fasilitasnya juga lengkap, yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan di sekolah lain,” katanya.
Tidak hanya pendidikan akademik, kehidupan di asrama juga membuat Khasya belajar tentang kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab.
“Saya mendapat banyak pelajaran tentang kedisiplinan, kehidupan keasramaan, dan tentunya yang paling penting saya mendapatkan pendidikan yang baik,” tuturnya.
Manfaat Sekolah Rakyat juga dirasakan oleh keluarga Khasya. Ia menyebut orang tuanya mendapatkan dukungan melalui program pemberdayaan, termasuk bantuan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih layak, modal usaha hingga dukungan perbaikan rumah.
“Sekolah Rakyat juga berdampak bagi keluarga saya. Orang tua saya diberikan bantuan dan pekerjaan yang layak. Ada juga bantuan modal usaha dan perbaikan rumah,” ungkapnya.
Khasya juga menyampaikan bahwa kebutuhan kesehatan siswa turut diperhatikan. Menurutnya, kepesertaan BPJS serta fasilitas kesehatan menjadi bagian dari dukungan yang diterima siswa.
“Masalah kesehatan juga diperhatikan. BPJS kami ditanggung dan fasilitas kesehatan juga ditanggung oleh sekolah. Sekolah Rakyat sangat membantu saya dalam kehidupan,” ujarnya.
Bagi Khasya, dukungan tersebut membuat dirinya dapat lebih fokus mengikuti pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan biaya sekolah maupun kebutuhan dasar selama menempuh pendidikan.
Ia berharap kesempatan memperoleh pendidikan seperti yang dirasakannya dapat dirasakan lebih banyak anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
“Pesan saya sebagai salah satu siswa Sekolah Rakyat, jangan pernah berhenti sekolah. Sekolah itu sangat penting untuk masa depan. Pendidikan sangat penting untuk kita semua,” katanya.
Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sidrap juga terus menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Dari data yang disampaikan, sebanyak 244 pekerjaan jalan/infrastruktur telah dikerjakan, sementara sekitar 300 pekerjaan lainnya masih menunggu untuk dikerjakan.
Bupati menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Infrastruktur membuka akses dan konektivitas, sementara pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan pemuda melalui Karang Taruna dinilai penting agar pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat.
Syaharuddin berharap Karang Taruna mampu hadir hingga tingkat masyarakat paling bawah, mengidentifikasi persoalan sosial, membangun kolaborasi dan ikut mencari solusi yang konkret.
Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, pemerintah berharap pembangunan Sidrap dapat memberikan manfaat yang semakin luas.
Bagi Khasya Sofia, kesempatan memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat menjadi salah satu jalan untuk mengubah masa depan.
“Jangan pernah berhenti sekolah,” pesannya menutup sambutannya. (Arya)





Tinggalkan Balasan