Ajang ini dibuka oleh Bupati Sinjai yang diwakili Sekretaris Daerah dengan ditandai dengan penabuhan gendang.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, dan Yayasan Lil Todilaling.
Ketua PKBM Todilaling, Hj. Ernawati Madi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan sekaligus mengembangkan budaya lokal, khususnya tradisi Puka Renreng agar tetap relevan bagi generasi muda.
“Festival ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui ruang publik dengan mengenalkan sejarah, seni, dan filosofi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pengrajin lokal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Gau Puka Renreng diharapkan dapat menjadi representasi identitas budaya masyarakat Sinjai di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa pengembangan budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, PKBM Todilaling, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat atas sinergi yang terbangun. Pengembangan kebudayaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Sinjai memiliki beragam kearifan lokal yang potensial untuk terus dikembangkan menjadi event budaya yang memperkuat jati diri daerah.
“Melalui Gau Puka Renreng ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga serta melestarikan budaya sebagai identitas dan kekayaan bangsa,” tambahnya.
Pada pembukaan festival, ditampilkan Tarian Kolosal Gau Puka Renreng yang menggambarkan tradisi masyarakat dalam menangkap ikan secara berkelompok di laut.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Gau Puka Renreng akan berlangsung hingga 2 Mei 2026 mendatang.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, serta Kepala Desa Panaikang selaku tuan rumah. Masyarakat juga tampak antusias memadati lokasi acara.
Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya tradisi Maddui Puka yang digelar di Pantai Mallenreng, serta pertunjukan budaya daerah yang dipusatkan di Lapangan Nasional (Lapnas) Sinjai. (*)




Tinggalkan Balasan