PINRANG, HBK — Musim kemarau mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan air irigasi di Kabupaten Pinrang. Debit air yang terbatas membuat Pemerintah Kabupaten Pinrang harus mengambil langkah pengaturan distribusi agar kebutuhan lahan pertanian tetap dapat terpenuhi secara proporsional.

Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., turun langsung memantau kondisi debit air pada Saluran Induk Sawitto, salah satu jaringan irigasi yang menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Pinrang.

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air dapat dikelola secara optimal di tengah kondisi musim kemarau.

Sawitto 1 sampai 10 Diatur

Sudirman mengungkapkan, pengaturan distribusi air akan dilakukan mulai dari Sawitto 1 hingga Sawitto 10.

Langkah tersebut dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan debit air dengan kebutuhan lahan pertanian yang memperoleh layanan dari jaringan irigasi Sawitto.

“Pengaturan air ini kita lakukan untuk menyesuaikan antara ketersediaan debit dengan kebutuhan irigasi para petani yang terlayani Saluran Induk Sawitto. Dengan pengaturan yang baik, kita berharap distribusi air dapat lebih merata dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian masyarakat,” ungkap Sudirman.

Menurutnya, pengaturan menjadi penting karena air yang tersedia harus dimanfaatkan secara bersama, terutama ketika debit mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Dengan sistem distribusi yang terukur, pemerintah berharap tidak terjadi ketimpangan pasokan antara wilayah yang berada di bagian hulu dan wilayah lainnya yang juga bergantung pada jaringan irigasi tersebut.

Jangan Berebut Air

Sudirman menekankan bahwa persoalan distribusi air tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.

Diperlukan koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak agar keterbatasan debit tidak berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Petani juga diharapkan menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan lahan.

Kesadaran bersama menjadi penting agar setiap wilayah yang mendapatkan layanan Saluran Induk Sawitto memperoleh kesempatan yang proporsional untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya.

Petani Tetap Bisa Produksi

Bagi petani, air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan produksi.

Distribusi yang teratur diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan, mengurangi risiko kekeringan dan mempertahankan produktivitas tanaman di tengah tekanan musim kemarau.

Karena itu, Pemkab Pinrang terus mendorong koordinasi antara pengelola jaringan irigasi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelompok tani.

Setiap persoalan terkait distribusi air diharapkan dapat segera diketahui sehingga penyelesaiannya bisa dilakukan secara bersama sebelum menimbulkan dampak lebih besar terhadap lahan pertanian.

Air Terbatas, Pembagian Harus Adil

Pengaturan Sawitto 1 hingga Sawitto 10 menjadi bagian dari strategi Pemkab Pinrang menghadapi keterbatasan air irigasi.

Pemerintah ingin memastikan sumber daya air yang tersedia tidak terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Di tengah kemarau, persoalan air bukan hanya soal berapa banyak debit yang tersedia, tetapi juga bagaimana air yang terbatas tersebut dibagi secara teratur, proporsional dan adil.

Dengan pengawasan dan koordinasi berkelanjutan, Pemkab Pinrang berharap kebutuhan air pertanian tetap terlayani sehingga petani dapat mempertahankan aktivitas produksi dan sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. (Ady)