ENREKANG, HBK — Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi momentum bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan proses demokrasi sebelum nantinya berhadapan dengan pemilu yang sesungguhnya.
Hal tersebut menjadi perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang yang mulai memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada siswa SMA Negeri 2 Enrekang, Senin (7/9/2026).
Sosialisasi disampaikan melalui amanat pada pelaksanaan upacara yang disampaikan Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih Parmas dan SDM) KPU Kabupaten Enrekang, Muhammad Rahmat.
Di hadapan para siswa, Rahmat menjelaskan rencana pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS tingkat SMA dan SMK secara serentak se-Sulawesi Selatan pada akhir September 2026.
Menurutnya, agenda tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal sekaligus mempraktikkan proses demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.
Rahmat mengatakan, kehadiran KPU di sekolah merupakan bagian dari upaya memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada siswa dalam menjalankan proses demokrasi.
Pemilihan Ketua OSIS, kata dia, dapat menjadi bentuk praktik demokrasi paling dasar, khususnya bagi siswa yang nantinya masuk dalam kategori pemilih pemula.
“Kehadiran kami ke sini untuk memberikan sosialisasi serta pendampingan. Saat ini kalian akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat sekolah, ke depan kalian akan mengikuti pesta demokrasi yang lebih besar. Ini bisa dibilang simulasi,” ucap Rahmat.
Menurutnya, melalui pemilihan OSIS, siswa tidak hanya belajar memilih seorang pemimpin di lingkungan sekolah. Mereka juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses menentukan pilihan dan menggunakan hak suara.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal awal sebelum para siswa nantinya menggunakan hak pilih dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
Rahmat juga mengingatkan pentingnya memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada pemilih pemula sejak dini. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui bahwa pemilu merupakan momentum untuk mencoblos, tetapi juga memahami arti penting partisipasi dalam menentukan pemimpin.
“Jadi teman-teman bisa merasakan dahulu rasanya memilih di sekolah sebelum nanti gunakan hak pilih di pemilu maupun pilkada,” kata Rahmat.
KPU Enrekang sebelumnya juga menyatakan akan memaksimalkan pendampingan terhadap pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS di tingkat SMA dan SMK yang dapat dijangkau di Kabupaten Enrekang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Enrekang memperluas pendidikan pemilih secara berkelanjutan sekaligus menyiapkan generasi muda agar tidak menjadi pemilih yang hanya hadir ketika pemilu berlangsung.
Lebih dari sekadar memilih Ketua OSIS, pengalaman tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai partisipasi, tanggung jawab, sportivitas dan penghargaan terhadap perbedaan pilihan sejak berada di bangku sekolah.
Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang awal bagi lahirnya pemilih muda yang memahami proses demokrasi dan mampu menggunakan hak pilihnya secara cerdas ketika telah memasuki usia pemilih.
Dari memilih Ketua OSIS hari ini, menuju menentukan masa depan melalui pemilu di kemudian hari.
(Abbas Nasir)


Tinggalkan Balasan