SIDRAP, HBK – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di Polres Sidrap tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan seremoni institusional.
Momentum bersejarah bagi Korps Bhayangkara itu dimaknai sebagai ajang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan melalui kegiatan anjangsana yang menyentuh langsung mereka yang membutuhkan perhatian.
Dipimpin langsung Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny. Dian Fantry, jajaran pejabat utama Polres Sidrap melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, mulai dari purnawirawan Polri, panti asuhan, hingga personel yang tengah berjuang melawan sakit menahun.
Kegiatan yang berlangsung di beberapa titik tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang mampu menghadirkan kehangatan bagi sesama.
Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman IPDA (Purn) Sarbini di Jalan Pramuka, Kecamatan Maritengngae. Kehadiran Kapolres bersama rombongan menjadi bentuk penghormatan kepada sosok yang pernah mengabdikan diri untuk institusi Polri.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres menyerahkan tali asih sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas.
“Para purnawirawan adalah bagian dari sejarah dan keluarga besar Polri. Apa yang kami lakukan hari ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa-jasa yang telah mereka berikan kepada institusi dan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Panti Asuhan Rappang, tempat puluhan anak yatim dan yatim piatu menyambut hangat kedatangan rombongan Polres Sidrap. Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolres dan Bhayangkari berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memberikan motivasi agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Pada kesempatan tersebut, Polres Sidrap menyerahkan bantuan berupa beras, telur, dan mi instan untuk membantu kebutuhan sehari-hari penghuni panti.
Bagi anak-anak panti, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Kehadiran para anggota Polri menjadi bentuk perhatian yang menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani kehidupan.
Kunjungan yang paling menyentuh berlangsung saat rombongan mendatangi kediaman Aiptu Agustan dan ASN Nurdiati, dua personel keluarga besar Polres Sidrap yang tengah menjalani perjuangan melawan sakit menahun.
Dengan penuh empati, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menyapa, berbincang, dan memberikan dukungan moril kepada keduanya. Tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan agar mereka tetap kuat menghadapi ujian kesehatan yang sedang dijalani.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian kami kepada anggota yang sedang membutuhkan semangat dalam proses pemulihan. Jangan pernah berhenti berikhtiar dan berdoa. Tidak ada yang mustahil jika Allah SWT telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Sidrap,” ujar AKBP Fantry Taherong.
Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada personel yang sedang sakit, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dalam tubuh Polri terdapat ikatan kekeluargaan yang kuat, di mana setiap anggota memiliki tempat dan perhatian ketika menghadapi masa-masa sulit.
Kapolres menegaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian dan kepedulian sosial.
Menurutnya, keberhasilan institusi Polri tidak hanya diukur dari capaian tugas operasional, tetapi juga dari kemampuan menjaga solidaritas internal serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota dan masyarakat merasakan kehadiran Polri. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling memiliki inilah yang menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutupnya.
Melalui kegiatan anjangsana ini, Polres Sidrap menunjukkan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan ulang tahun institusi. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat tali silaturahmi, serta menghadirkan kepedulian nyata bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian.Versi ini lebih bernuansa feature human interest, sehingga cocok untuk publikasi peringatan Hari Bhayangkara dan menggambarkan sisi humanis AKBP Fantry Taherong menjelang akhir masa tugasnya sebagai Kapolres Sidrap. (Arya)




Tinggalkan Balasan