BARRU,HBK – Munculnya dugaan kasus demam berdarah dengue (DBD) kini menjadi kekhawatiran bagi warga di lingkungan RT 3, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru,dengan beredar kabar yang menyebutkan satu warga di wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini, yang semakin menambah kegelisahan masyarakat setempat pada (21/6/2026) lalu.

Biasanya dalam situasi seperti ini, pihak desa, petugas kesehatan puskesmas, dan dinas kesehatan akan segera melakukan langkah penanganan: pemeriksaan kondisi warga yang bergejala, penyuluhan, serta gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara menyeluruh di rumah-rumah dan lingkungan sekitar untuk memutus rantai penularan.

Kendati belum ada rincian resmi terkait identitas korban,untuk warga di sekitar maupun wilayah lain, langkah pencegahan tetap sangat penting: rutin menguras dan menutup tempat penampungan air, membuang barang yang bisa menampung air hujan, serta menggunakan obat nyamuk atau kelambu, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Kewaspadaan Demam Berdarah
Langkah Pencegahan (Gerakan 3M)
1.Menguras (Kuras bak mandi, tempayan, wadah air minum hewan peliharaan, dan penampungan air lainnya minimal seminggu sekali).
2. Menutup (tutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di dalamnya).
3. Mengubur / Memanfaatkan Kembali (Buang, kubur, atau atur ulang barang bekas seperti kaleng, botol, ban bekas, pecahan genteng yang bisa menampung air hujan).

Upaya Pencegahan :

  • Menaburkan bubuk pembunuh jentik nyamuk di tempat yang sulit dikuras.
  • Menggunakan kelambu saat tidur, obat nyamuk bakar/cair, atau losion anti nyamuk.
  • Mengatur tanaman agar tidak terlalu rimbun dan menjadi tempat persembunyian nyamuk.
  • Melakukan pengecekan rutin sarang nyamuk di lingkungan bersama warga dan petugas kesehatan.

Tanda Gejala Yang Harus Diwaspadai

Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 39–40°C) berlangsung 2–7 hari.- Sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, otot, dan tulang.

Muncul bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan.Mual, muntah, dan hilang nafsu makan.Lemas, mengantuk berlebihan, atau gelisah.

Segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit
terutama pada hari ke-3 hingga ke-5 saat suhu mulai turun, perhatikan tanda ini :

Nyeri perut hebat atau nyeri tekan yang menetap., Muntah terus-menerus,Napas cepat atau sesak,Tubuh lemas parah, dingin, lembap, atau keringat dingin di tangan/kaki.Berdarah gusi, hidung, muntah darah, atau buang air berwarna hitam Jumlah air kencing berkurang drastis.

Di samping itu DBD tidak menular lewat kontak langsung antar manusia, hanya lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penanganan dini sangat menentukan keselamatan nyawa.

M Abdullah warga RT 3 Batupute yang berada tidak jauh dari lokasi rumah yang diduga terdampak demam berdarah mengatakan bahwa baru-baru ini muncul gejala penyakit demam berdarah.

“Dugaan kami juga anak yang sedang dirawat itu terkena demam berdarah tapi hasil pastinya ada di puskesmas atau rumah sakit serta diagnosa dari dokter, “ujarnya.

” Tapi memang disini pernah ada kegiatan pembuangan sampah limbah dari Kapal Pelni yang di buang di salah satu area lokasi warga sehingga menyebabkan sampah berserakan disana, lokasinya tidak jauh dari jalan Desa juga dekat dengan pemukiman dan sungai Batupute berada di ujung jalan kampung ini arah ke Dusun Palungeng Gellangnge,”ucapnya seraya menunjuk arah timur Desa Batupute.

  • Belum Ada Kasus DBD

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan AM Batara ditemui pada Rabu (24/6/2026) di sela-sela kegiatan penyuluhan kesehatan di posyandu Desa Batupute mengatakan belum ada kasus resmi DBD di Desa Batupute.

“Hingga saat ini Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat belum menerima hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan adanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Desa Batupute,”ungkapnya.

“Berdasarkan keterangan yang disampaikan, dari tiga warga yang mengalami gejala sakit, dua orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan hasil pemeriksaan menunjukkan bukan DBD. Satu warga lainnya telah dirujuk ke RS Ainun Pare-Pare dan masih dalam pemantauan lanjutan, sedangkan yang meninggal dunia bukan terkait penyakit demam berdarah,,”terangnya.

“Meskipun belum ada konfirmasi kasus DBD, pihak desa dan tenaga kesehatan telah mengambil langkah pencegahan. Saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta cara mencegah DBD, “tandasnya.

“Dan sebagai tindak lanjut, pada hari Jumat mendatang akan dilaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang diprakarsai oleh pihak desa dan mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan penyebaran nyamuk penular penyakit,”kunci Batara.(Ril)