SIDRAP, HBK — Insiden penganiayaan terhadap seorang remaja terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Rabu malam (11/3/2026).
Peristiwa yang diduga dipicu oleh permainan tembakan jeli tersebut berujung pada aksi penikaman menggunakan senjata tajam.
Korban diketahui merupakan seorang remaja berusia 17 tahun yang mengalami luka akibat serangan tersebut.
Peristiwa bermula di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Maritenggae, ketika sejumlah remaja terlihat berkumpul sambil membawa mainan tembakan jeli. Situasi yang awalnya hanya permainan berubah tegang hingga terjadi aksi saling kejar di antara para remaja.
Kejadian tersebut bahkan sempat terekam oleh warga yang melintas di lokasi. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa remaja berlarian sambil membawa senjata mainan jenis tembakan jeli.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick K. Ambarita, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Ia menjelaskan korban merupakan seorang anak berusia sekitar 17 tahun.
“Peristiwa yang dialami korban bukan terjadi di rumah jabatan. Korban juga mengaku tidak mengenali identitas pelaku,” ujar Welfrick, Kamis malam (12/3/2026).
Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian ia sedang berkumpul di rumah temannya. Tiba-tiba datang seorang pria menggunakan sepeda motor yang diduga mencari salah seorang rekan korban.
Namun orang yang dicari tidak berada di lokasi. Pelaku kemudian diduga langsung mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban secara tiba-tiba.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk dan sabetan benda tajam di bagian punggung. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan guna mengungkap identitas pelaku serta motif pasti di balik peristiwa tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat memicu konflik maupun kekerasan di lingkungan sekitar. (Arya)









Tinggalkan Balasan