BARRU, HBK — Ruas jalan Kabupaten Barru tepatnya menuju PLTU Bawasalo di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru ditemukan dalam kondisi berlubang dan bergelombang, Sabtu (2/5/2026). 
Kondisi tersebut dinilai mengganggu sekaligus membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Dugaan sementara, kerusakan jalan disebabkan oleh perubahan dan pergeseran kontur tanah atau gerakan tanah, ditambah kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas tonase.
Diketahui, pergeseran tanah dapat menyebabkan jalan menjadi bergelombang, miring, hingga retak memanjang maupun melintang. Lubang di badan jalan juga diduga muncul akibat permukaan aspal pecah karena kondisi tanah di bawahnya tidak stabil.
“Jika hal ini dibiarkan, ada risiko keamanan karena kondisi ini berpotensi semakin parah, terutama saat hujan deras yang membuat tanah menjadi jenuh air dan tidak stabil,” ujar Fatahuddin (45), warga Desa Lampoko saat ditemui di sekitar lokasi kerusakan jalan. 
Ia juga mengingatkan pengguna jalan dan warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi longsor apabila retakan maupun pergeseran jalan semakin melebar.
“Apabila retakan atau pergeseran terlihat semakin melebar dengan cepat, sebaiknya pengguna jalan dan warga sekitar waspada terhadap potensi longsor,” tandasnya.
Fatahuddin berharap perbaikan yang dilakukan nantinya tidak sekadar penambalan aspal, melainkan penanganan khusus jika penyebab utama kerusakan berasal dari kondisi geologi atau pergerakan tanah.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR-Perkim Kabupaten Barru, Indra Djamro ST MT, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp pada (2/5/2026) belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. 
Namun secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Barru, Runny Dwi ST, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (3/5/2026), mengatakan kondisi jalan menuju PLTU Bawasalo memang membutuhkan penanganan teknis yang lebih mendalam.
“Memang banyak kondisi jalan yang rusak ringan sampai berat, dan penanganannya akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya sementara melakukan survei dan penyusunan skala prioritas untuk seluruh ruas jalan di Kabupaten Barru.

“Kami sementara survei dan menyusun sesuai skala prioritas. Proposal juga akan kami ajukan ke kementerian dan provinsi untuk seluruh ruas jalan di Kabupaten Barru. Tim kami sementara survei kembali untuk tahun 2026 ini. Untuk pengaspalan jalan ke PLTU, selama ini sepertinya pihak manajemen PLTU yang melakukan perbaikan dan pengaspalan,” tutup Runny. (Ril)




Tinggalkan Balasan