PINRANG, HBK — Upaya menjaga produktivitas pertanian dan melindungi hasil panen petani terus digencarkan di Kabupaten Pinrang.

Menindaklanjuti menurunnya kuantitas produksi akibat serangan hama penggerek batang, Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang turun langsung melakukan langkah pengendalian serentak di lahan pertanian masyarakat.

Langkah ini menjadi perhatian penting, mengingat Pinrang merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan.

Melalui Direktur Pestisida, Nelson Patubun, Kementerian Pertanian melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara serentak pada sekitar 5.000 hektare lahan pertanian yang tersebar di enam kecamatan, yakni Lanrisang, Suppa, Duampanua, Batulappa, Mattiro Sompe, dan Cempa.

Dalam keterangannya, Nelson mengungkapkan bahwa serangan hama penggerek batang menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung terhadap produksi pangan nasional dan kesejahteraan petani.

“Pengendalian hama ini harus dilakukan secara serentak dan melibatkan seluruh petani, agar siklus hidup OPT dapat diputus dan tidak kembali menyerang tanaman,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menekan penyebaran hama, tetapi juga mengembalikan produktivitas pertanian masyarakat sehingga hasil panen dapat kembali optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, menyambut baik langkah cepat dari Kementerian Pertanian tersebut.

Dirinya mengungkapkan optimisme bahwa upaya pengendalian ini akan memberikan dampak positif bagi petani.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan petani. Kita berharap produksi pertanian dapat kembali meningkat sehingga pendapatan petani juga ikut membaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian hama ini akan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi petani sebagai pelaku utama, tetapi juga bagi masyarakat secara umum melalui ketersediaan pangan yang tetap terjaga serta harga yang stabil di pasaran.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, sektor pertanian di Kabupaten Pinrang diharapkan tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat. (Ady)