SINJAI, HBK – Pemerintah Kabupaten Sinjai Melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Pertemuan Universitas Muhammadiyah Sinjai, Sabtu (24/01/2026) siang.

Hal ini dilakukan dalam sebuah upaya kolaborasi strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai, drh. Mappamancu, menyampaikan bahwa keterlibatan pihak akademisi ini akan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus bentuk sinergi antara Pemda dan Perguruan Tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pendampingan awal saja. Dengan keterlibatan mahasiswa, Pemkab Sinjai ingin melahirkan model pemanfaatan lahan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Program ini dirancang bukan sekadar untuk penghijauan pekarangan, melainkan sebagai solusi strategis pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan ekonomi mikro keluarga melalui ketersediaan gizi mandiri.

Sementara itu, Rektor UMSi, Prof. Dr. Umar Congge memberikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Pemkab Sinjai. Menurutnya, inisiatif Dinas Ketahanan Pangan ini sejalan dengan visi UMSi untuk menjadi kampus yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Ini adalah simbiosis mutualisme. Pemerintah daerah terbantu dalam pencapaian target programnya, sementara mahasiswa kami mendapatkan laboratorium sosial untuk belajar secara kontekstual,” ungkap Prof. Umar.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran dari kedua belah pihak. Dari sisi Pemkab Sinjai, hadir mendampingi Sekretaris Dinas adalah Analis Ketahanan Pangan Waode Hariati dan Gaotsullah Al Jalily, Sementara dari pihak kampus, hadir Wakil Rektor I dan II, jajaran Dekan Fakultas Pertanian, para Ketua Prodi lingkup UMSi serta perwakilan LPPM dan LP3.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan kesepakatan bersama pelibatan mahasiswa sebagai pendamping kelompok pelaksana kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan, yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan mulai awal tahun 2026.

Kerjasama ini menandai babak baru di mana mahasiswa UMSi akan terjun langsung ke lapangan sebagai tenaga pendamping, memastikan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga terealisasi di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Sinjai. (*)

Biro Daerah
Editor
Biro Daerah
Reporter