SIDRAP, HBK — Komitmen membangun masyarakat yang sehat secara fisik sekaligus mandiri secara finansial kembali ditegaskan melalui kegiatan Bincang Bisnis & Bincang Sehat Kabupaten Sidrap yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Kampus Universitas Ichsan Sidrap, kemarin.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang memadukan perspektif kesehatan preventif dengan peluang kewirausahaan berbasis gaya hidup sehat.
Mengusung tema “Solusi untuk Kesehatan Fisik dan Finansial 2026”, acara ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang kuat di bidang kesehatan dan pengembangan bisnis.
Edy Gagah, Dosen Kesehatan sekaligus perwakilan 6A2-2 Enagic Indonesia, memaparkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sejak dini.
Ia menekankan bahwa kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas seseorang.
“Pola hidup sehat hari ini adalah fondasi masa depan. Ketika tubuh sehat, potensi diri akan berkembang maksimal, termasuk dalam membangun kemandirian ekonomi,” ujar Edy dalam pemaparannya yang disambut antusias peserta.

Sementara itu, Ernawati Rachman, praktisi Dental Preneur dari 6A Enagic Indonesia, mengulas keterkaitan erat antara kesehatan dan peluang bisnis.
Iapun menyoroti bagaimana sektor kesehatan kini tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga ladang usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan etika, edukasi, dan komitmen terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Bisnis kesehatan bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun kesadaran, kepercayaan, dan perubahan pola hidup. Ketika masyarakat sehat, ekonomi pun bergerak lebih kuat,” ungkap Ernawati dengan penuh dedikasi.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif. Peserta yang didominasi kalangan mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum tampak aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyerap materi yang disampaikan.
Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik Sidrap terhadap pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan stabilitas finansial di tengah tantangan zaman.
Pihak panitia dalam hal ini Suriyani Turu juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya komunitas sadar sehat yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kesehatan.
Dengan sinergi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat, Sidrap dinilai memiliki potensi besar menjadi daerah yang unggul dalam kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kegiatan Bincang Bisnis & Bincang Sehat ini pun menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara inspiratif dan aplikatif mampu menghadirkan harapan baru bagi masa depan masyarakat Sidrap—lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih berdaya. (Arya)




Tinggalkan Balasan